Ahad 28 Jun 2015 01:03 WIB

Waduk Jatigede Beroperasi, Kekeringan Bisa Diatasi

Waduk Jatigede
Foto: indoforum.org
Waduk Jatigede

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa pelaksanaan ganti rugi kepada warga yang terkena dampak sosial pembangunan Bendungan Jatigede, di Sumedang, Jawa Barat merupakan batu pijakan agar waduk tersebut segera beroperasi.

“Proyek bendungan Jatigede yang digagas 40 tahun lalu, dibangun 5 tahun lalu dan selesai 1 tahun lalu belum di apa-apa in, besok milestone nya, warga yang berada di daerah genangan mulai dibayar ganti rugi dan kadeudeuh-nya,” tutur Basuki dikutip dari laman setkab.go.id Sabtu (28/6).

Basuki mengungkapkan, dengan berfungsinya Bendungan Jatigede, daerah Indramayu tidak akan ada lagi kekeringan dan banjir.

Bendungan Jatigede yang berlokasi di Sumedang, Jwaa Barat mempunyai luasan 4.983 hektar dengan kapasitas tampungan air 980 juta meter kubik. Bendungan tersebut menampung air dari sungai Cimanuk dan akan dimanfaatkan untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air mulai.

Sebelumya dalam rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta agar target beroperasinya Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, pada bulan Juli bisa direalisasi.

“Ini karena pembangunan waduk yang dicetuskan sejak jaman Bung Karno tersendat pembangunannya selama puluhan tahun dan beberapa kali ditunda peresmiannya karena berbagai kendala,” kata Teten dalam siaran persnya Kamis (18/6).

Menurut Teten, Presiden Jokowi memandang berfungsinya Waduk Jatigede akan memberi manfaat besar bagi warga Sumedang dan sekitarnya, serta warga Jawa Barat pada umumnya.

“Selain akan berfungsi sebagai infrastruktur irigasi, waduk ini pun bisa difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air,” ujar Teten.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement