Ahad 08 Mar 2015 11:04 WIB

Ratusan Ton Buah Manggis di Serang Terancam Membusuk

Rep: c81/ Red: Hazliansyah
Manggis
Foto: juicingbook
Manggis

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Produksi buah manggis yang melimpah di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandegelang, Banten, tak otomatis membuat petani senang. Pasalnya produksi buah manggis yang mencapai ratusan kilogram itu terancam busuk karena tak tersalurkan dengan baik ke para konsumen.

Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat, mengatakan, serapan buah manggis untuk pasar lokal tidak begitu besar, sedangkan produksinya sangat melimpah. 

Saat ini setidaknya terdapat 900 ton buah manggis terancam membusuk karena konsumen lokal kurang meminati buah satu ini.

"Sekarang sedang panen kira-kira 10 ton per hari. Tapi serapan pasar lokal maksimal 1 sampai 2 ton per hari," katanya, Ahad (8/3).

Selain pasar lokal, buah manggis yang ada juga kurang diminati pasar luar. Kualitas yang masih rendah, ukuran buah yang kecil serta tampilan yang kurang menarik menyebabkan buah ini tak bisa menembus pasar eksport atau ke pasar ritel modern.

Karenanya, Asep berharap adanya kebijakan mengenai buah lokal, sehingga buah lokal seperti manggis ini bisa tersalurkan.  "Minimal ada semacam kebijakan agar kegiatan-kegiatan pemerintahan di wilayahnya menyuguhkan buah lokal ini," tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Kecamatan Bojong merupakan salah satu perkebunan manggis di Provinsi Banten. Dimana, setiap bulan Maret hingga Mei akan mengalami musim panen buah manggis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement