Kamis 05 Mar 2015 22:46 WIB

Festival Toraja Tahun Ini Terancam tak Meriah

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Indira Rezkisari
Tana Toraja
Foto: Antara
Tana Toraja

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan, Festival Toraja atau Lovely Desember tidak akan semeriah tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) belum terlalu memperlihatkan niatnya untuk menggelar acara ini semeriah mungkin.

Padahal Lovely Desember merupakan acara pemerintah pusat yang setiap tahun diagendakan. "Infonya festival ini masih ada, namun tidak akan seheboh tahun lalu karena dari pusat memang seperti kurang begitu tertarik," ujar Jufri, Kamis (5/3).

Selain itu, masalah infrastruktur di kawasan Toraja yang kurang memadai, membuat berbagai festival yang diadakan di Kabupaten Tana Toraja maupun Toraja Utara tidak bisa berjalan mulus. Mulai dari jalan protokol, minimnya tempat menginap hingga jalanan rusak menuju Bandara Pongtiku di Toraja menjadi penghambat pariwisata di dua Kabupaten Toraja ini.

Jufri menjelaskan permasalahan infrastruktur ini sudah sangat lama dibiarkan. Padahal kegiatan pariwisata di Toraja merupakan agenda nasional yang setiap tahun mereka gelar. Untuk itu Jufri sangat mengharapkan pemerintah pusat khususnya kementerian PU bisa membantu percepatan perbaikan infrastruktur terutama jalan yang menjadi akses utama masuk ke daerah Toraja.

 

Bupati Tana Toraja Theofilius Allorerung juga mengeluhkan minimnya dukungan dari pemerintah pusat dalam pelaksanaan Lovely Desember. Menurut dia, kabupaten Tana Toraja maupun Toraja Utara mempunyai iklim pariwisata yang sangat baik. Mulai dari keindahan pegunungan, pesawahan hingga budaya yang sangat sakral bisa dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun asing berkunjung di Toraja.

Namun Theofilius menyayangkan sikap pemerintah pusat yang kurang mendukung pembenahan daerah di Tana Toraja maupun Toraja Utara sebagai salah satu pusat destinasi wisata di Indonesia. Dengan minimnya fasilitas penunjang di kawasan ini, dia menilai peningkatan wisatawan yang datang tidak terlalu melonjak. Bahkan semakin tahun cenderung menurun.

“Bagaimana kita mau membuat acara sebaik mungkin jika fasilitas kurang memadai. Kita justru menakutkan saat pengunjung datang ke acara mereka akan kecewa melihat keadaan sekitar," ujar dia.  Theofilius menambahkan, dia lebih menakutkan wisatawan akan menceritakan kejelekan fasilitas yang ada di Toraja sehingga wisatawan lain yang awalnya berniat untuk datang tidak jadi berkunjung.

Selain itu, pemerintah Tana Toraja maupun Toraja Utara mulai kewalahan untuk menyajikan acara Lovely Desember yang menghabiskan banyak biaya. Pasalnya, pihak pemerintah pusat yang mempunyai wewenang penuh dalam kegiatan ini tidak banyak menganggarkan dana. Theofilius menyebut setiap acara ini berlangsung, pemerintah kabupaten Tana Toraja harus merogoh kocek hingga 80 persen dari semua pengeluaran acara. Padahal dia menyebut bahwa kegiatan ini seharusnya bisa ditanggung pemerintah pusat karena merupakan agenda tahunan Kementerian Pariwisata.

Sementara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menuturkan, tingkat wisatawan yang datang ke Toraja semakin menurun. Hal ini karena Toraja belum mampu memberikan acara yang menyajikan hal-hal menarik yang bisa dinikmati setiap tahun. Untuk itu Tjahjo berharap pemerintah Toraja maupun Provinsi Sulawesi Selatan bisa membuat acara yang bisa menarik wisatawan lokal khususnya asing berkunjung ke Toraja. “Jangan hanya potong–potong kerbau saja, ini malah menyeramkan menurut saya,” ungkapnya dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musremban) Regional Sulawesi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement