Rabu 04 Feb 2015 16:40 WIB

RS Bhayangkara Terima Bagian Tubuh Jenazah Air Asia dari Majene

Pemindahan Ekor Pesawat. Petugas memindahkan ekor pesawat Air Asia QZ8510 dari kapal Crest Onyx di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalteng, Ahad (11/1).
Foto: Republika/ Wihdan
Pemindahan Ekor Pesawat. Petugas memindahkan ekor pesawat Air Asia QZ8510 dari kapal Crest Onyx di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalteng, Ahad (11/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur kembali menerima satu bagian tubuh korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 dalam peti jenazah berlabel 008, Rabu (4/2).

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya mengatakan, bagian tubuh yang diterima RS Bhayangkara itu meliputi telapak kaki, kaos kaki serta sepatu yang ditempatkan dalam satu peti jenazah.

"Ini adalah bagian tubuh yang sebelumnya ditemukan pada Senin (2/2) di perairan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dan diberangkatkan dari Makassar pukul 07.10 WIT," katanya.

Ia mengatakan, bagian tubuh itu tiba di Bandara Juanda pada pukul 08.10 WIB melalui penerbangan Lion Air JT-801 yang kemudian dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans PMI untuk proses identifikasi.

"Bagian tubuh jenazah AirAsia iQZ 8501 itu tiba di RS Bhayangkara pukul 09.00 WIB dan langsung dimasukan dalam ruang pendingin jenazah untuk dilakukan pemeriksaan post mortem," ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 91 jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 telah berhasil dievakuasi dan sebagian besar dari jumlah itu telah berhasil diidentifikasi tim "Disaster Victim Identification" (DVI) Mabes Polri.

Dari jumlah itu, sebanyak 64 jenazah telah teridentifikasi oleh tim DVI Polri, 13 jenazah masih dalam proses identifikasi dan 14 jenazah belum tiba di RS Bhayangkara, Surabaya.

Operasi pencarian kini difokuskan di sekitar Selat Karimata dan Laut Jawa dengan menggunakan kapal SAR dan penyelam untuk menemukan jasad penumpang dan serpihan pesawat.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement