Ahad 11 Jan 2015 19:40 WIB

Dampak Perubahan Kurikulum, Toko Buku Merugi Hingga Puluhan Juta Rupiah

Rep: Niken Paramita/ Red: Maman Sudiaman
Toko Buku/Ilustrasi
Foto: Antara
Toko Buku/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak penetapan Kurikulum 2013, praktis membuat permintaan terhadap buku-buku Kurikulum 2006 menurun. Salah satu toko buku di Jakarta, TB Wahyu mengaku permintaan terhadap buku Kurikulum 2006 menurun drastis sejak awal semester tahun 2014/2015. Hingga terjadi penumpukan.

Untuk mengurangi penumpukan, Wahyu terpaksa menjual buku-buku baru tersebut ke lapak kiloan. Buku-buku dijual per kilogram dengan harga Rp 1.700 per kilogram. “Kurang lebih ada dua ton (buku) dari semua judul. Kerugiannya ditaksir Rp 30 juta,” katanya, kepada Republika Online, Ahad (11/1).

Sekarang, untuk mengantisipasi meningkatnya kembali permintaan buku Kurikulum 2006, Wahyu mengaku menyerahkannya kembali kepada penerbit. Karena bagaimanapun penerbit yang memiliki kewenangan untuk mencetak kembali buku-buku Kurikulum 2006.

“Kalau penerbitnya mau cetak ya saya ambil. Ujung tombaknya ada di pemerintah, menunggu kepastian pemerintah ini (Kurikulum 2006) sampai berapa lama. Karena kalau saya minta ke penerbit, penerbit tetap gak mau cetak gimana. Kalau misalnya Kurikulum 2006 tiga tahun ke depan gak ganti, penerbit mau cetak,” ujar Wahyu.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menghentikan penetapan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang belum siap dan mengembalikan Kurikulum 2006. Pemberlakuan ini berlaku mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement