Jumat 28 Nov 2014 18:39 WIB

Kronologi Pemukulan Mahasiswa Hingga Mushala di Pekanbaru

Rep: C82/ Red: Winda Destiana Putri
Logo Senkom Mitra Polri.
Foto: Senkom.or.id
Logo Senkom Mitra Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri melalui juru bicaranya meminta maaf terkait anggotanya yang mengejar mahasiswa hingga ke Mushola Assyakirin RRI Pekanbaru, Riau tanpa melepaskan alas sepatu, Selasa (25/11) lalu.

"Sekali lagi saya mohon maaf. Bukan maksud kami untuk tidak menghormati atau tidak menghargai. Sudah kewajiban untuk kita semua khususnya umat muslim kalau masuk mushala untuk lepas sepatu," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jumat (28/11).

Agus menjelaskan rangkaian peristiwa tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Universitas di Pekanbaru melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM dengan massa sekitar 150 orang. Massa, bergerak dari kampus Universitas Riau (Unri) menuju Gedung DPRD untuk selanjutnya ke Kantor Gubernur.

Namun, sekitar pukul 15.30 WIB, massa mengalihkan tujuan ke Gedung RRI Pekanbaru dan sempat mengambil alih siaran RRI Pekanbaru pada sore itu juga.

Agus menyebutkan, dalam UU Nomor 9 Tahun 1998, khususnya dalam Pasal 9, ada beberapa tempat yang tidak boleh dijadikan untuk kegiatan unjuk rasa. Beberapa tempat tersebut, di antaranya istana kepresidenan, tempat ibadah, rumah sakit, pelabuhan darat dan laut, serta objek vital.

"RRI adalah objek vital jadi tidak boleh unras di sana. Kami sudah berupaya minta mereka untuk keluar karena sudah mengganggu ketertiban umum, apalagi menguasai siaran, akhirnya kami ambil tindakan tegas," ujarnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat yang ingin melakukan unras untuk bersama-sama mengendalikan diri.

"Saya minta pada masyarakat untuk kita sama-sama memahami sehingga tidak lagi terjadi tindakan-tindakan yang dapat menggangu ketertiban di masyarakat," kata Agus.

Sebelumnya, polisi di Pekanbaru, Riau dikabarkan mengejar dan memukuli mahasiswa hingga ke dalam mushala.

Aksi tersebut terjadi saat aparat berusaha membubarkan paksa demonstrasi tolak kenaikan BBM yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) gabungan di depan Kantor RRI, Selasa (25/11) sore. Sejumlah mahasiswa dikabarkan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement