Jumat 21 Nov 2014 16:37 WIB

Di Tasik, Penolakan BBM Naik Berupa Penyanderaan Truk Pertamina

Rep: C71/ Red: Erdy Nasrul
Himpunan Mahasiswa Islam
Foto: Antara
Himpunan Mahasiswa Islam

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, Jumat (21/11). Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak nasional organisasi mahasiswa yang terkenal dengan corak hijau hitam itu.

Pada saat aksi, para mahasiswa sempat menyandera truk pengangkut BBM yang melintas di depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Sempat terjadi ketegangan antara aparat kepolisian dengan massa HMI karena massa menolak turun dari truk. 

Meski demikian, penyanderaan tersebut hanya terjadi beberapa saat karena pihak kepolisian berhasil memaksa turun massa.

Setelah melakukan aksi di depan kantor DPRD, massa menuju ke Makopolres Kota Tasikmalaya. Koordinator aksi, Agung Zulviana mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi menimbulkan dampak lanjutan berupa kenaikan sejumlah kebutuhan penting yang dibutuhkan masyarakat.

Hal tersebut, kata Agung, akan semakin membebani masyarakat yang saat ini telah hidup dalam kesulitan.

"HMI se-Indonesia mengajak seluruh rakyat agar bersama bergabung menolak kebijakan Jokowi-JK yang tidak pro rakyat," seru Agung.

Selain HMI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Tasikmalaya juga menggelar aksi unjuk rasa di tempat terpisah.

Ketua HTI Kota Tasikmalaya, Ari Hendrawan mengatakan, pemerintah saat ini telah melakukan pengkhianatan terhadap rakyat karena mereka lebih memilih tunduk pada IMF, Bank Dunia, dan para kapitalis ketimbang mendengarkan aspirasi dan jeritan rakyat kecil.

“Bila sebagian masyarakat tidak menolak, bukan berarti mereka menyetujuinya. Akan tetapi, mereka sudah terlalu bosan dengan kesulitan dan beban kehidupan yang mesti mereka hadapi,” ujarnya.

Menurut Ari, dibandingkan dengan berbagai subsidi dan bantuan yang saat ini digunakan pemerintah untuk mengganti kenaikan harga BBM Bersubsidi, tentu dampak kenaikan harga BBM bersubdisi jauh lebih besar. Berbagai bantuan tersebut menurut Ari hanya berdampak temporal, sementara kenaikan harga BBM bersubsidi akan memiliki dampak jangka panjang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement