REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan, tes kesehatan tersebut bertujuan untuk mempersiapakan para calon anggota untuk menjadi personil Polri yang handal nantinya.
Ia pun berterima kasih pada masyarakat yang telah menyampaikan kritikan terhadap Polri. Hal tersebut terkait pernyataan Human Right Watch (HRW) yang menuntut agar tes keperawanan segera dihilangkam dari proses perekrutan polwan di Indonesia.
"Kami berterimakasih, tapi tolonglah yang sudah kami tentukan dalam rangka melahirkan polisi-polisi yang tangguh ke depan, yang sudah kami jadikan SOP atau ketentuan, yang telah ditetapkan Polri itu tolong dihormati. Itu sudah sekian puluh tahun kami kerjakan," kata Agus kepada ROL, Selasa (18/11).
"Kalau ada yang siapapun itu bilang, tolong tes ini jangan, tes ini ditiadakan, yang mau menggunakan nanti kan polisi," ujarnya menambahkan.