Sabtu 15 Nov 2014 07:58 WIB

Menimbang Calon Ketua Umum Golkar

Rep: c96/ Red: Esthi Maharani
Partai Golkar
Partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andar Nurbowo menilai kandidat calon ketua umum Partai Golkar terbagi menjadi dua kategori. Yakni kategori tua dan kategori muda.

"Kandidat tua yang kuat adalah Agung Laksono dan MS Hidayat," ujar Andar kepada Republika melalui pesan elektroniknya Jumat malam (14/11). Lalu, kata dia, kategori muda diisi oleh Hajriyanto Y Thohari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Airlangga Hartarto dan Priyo Budi Santoso.

Dalam kalangan tua, kata dia, Agung Laksono tampak memiliki dukungan dan basis politik yang lebih kuat dibandikan MS Hidayat. Agung Laksono, menurutnya, telah lama mengakar di Partai Golkar sejak muda. Agung, lanjut Andar, mendapat basis dukungan dari Kosgoro salah satu ormas pendiri Partai Golkar.

Meski demikian, terang Andar, Agung Laksono dan MS Hidayat mempunyai modal pengalaman politik yang sama-sama kuat. "Keduanya mempunyai `gizi`," tutur pria yang kini menjabat Direktur IndoStrategi.

Dari kalangan muda, menurut Andar, sosok Hajriyanto Y Thohari memiliki ketokohan dan integritas yang paling baik dibanding Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Airlangga Hartarto dan Priyo Budi Santoso. Di antara calon itu, kata dia, Hajriyanto Thohari mempunyai ketokohan dan integritas yang paling baik.

"Dia sosok politisi intelektual yang cukup diakui dari sedikit politisi yang masih memegang fatsun dan moralitas politik tinggi," katanya memberitahukan.

Hanya saja, terang Andar, politisi Partai Golkar seperti Hajriyanto tidak padat modal dibandingkan dengan calon muda lainnya seperti Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang.

"Apalagi jika dibandingkan dengan kandidat tua, Agung Laksono dan MS Hidayat," kata Andar menggangap kandidat tua ini lebih padat modal dibanding Hajriyanto.

Andar berpendapat, Hajriyanto memiliki pengalaman politik yang bisa menjadi penengah dari berbagai faksi di Golkar. "Sekarang, terserah partai Golkar, apakah akan memilih Ketua Partai Golkar yang tua atau muda, padat modal atau padat integritas?" ujar dia menyoal pilihan politisi Golkar se-Indonesia.

Menurut Andar, Partai Golkar ke depan akan lebih baik jika meniti jalan dan tradisi baru,. Yakni, kata dia, Partai Golkar didorong memilih Ketua Umum Partai Golkar yang muda dan padat integritas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement