REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengatakan proses seleksi calon menteri yang akan duduk di dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memasuki tahap akhir. Menurutnya semua posisi menteri relatif sudah terisi oleh kandidat-kandidat.
"Seleksinya relatif 99 persen selesai tadi sore," ujar Andi kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/10).
Sebagai catatan, sejak dilantik Senin (20/10), Presiden Jokowi memanggil sejumlah persona yang diduga akan menjadi menteri dalam kabinet Jokowi-JK mulai Selasa (21/10). Nama-nama itu antara lain Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Siti Nurbaya, mantan Wakil Menteri Keuangan II Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat Yuddy Chrisnandi, politikus Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar hingga Presiden Direktur PT ASI (operator penerbangan Susi Air) Susi Pudjiastuti.
Menurut Andi, Presiden Jokowi tidak melakukan fit and proper test pada seluruh kandidat yang akan menjadi pucuk pimpinan kementerian. Sebab, beberapa posisi akan diisi oleh sosok yang telah dikenal Jokowi.
"Mereka itu sudah bekerja sekian lama, jadi tidak perlu lagi dilakukan pemanggilan ke Istana. Pak Jokowi cukup menelepon untuk menanyakan kesediaan," kata Andi.
Sedangkan sisanya dilakukan pemanggilan untuk berdiskusi mengenai sejumlah topik. Misalnya dengan Bos Susi Air terkait pariwisata dan penerbangan.
Mantan akademisi Universitas Indonesia ini menjelaskan, persona-persona yang telah ditetapkan akan mengisi 34 kementerian. Proporsi kandidat menteri dari profesional maupun partai politik, masih sesuai proyeksi awal yaitu 18 profesional dan 16 partai politik.
Andi membenarkan bahwa komposisi kabinet juga telah mengindahkan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sosok yang dicap berpotensi terlibat kasus korupsi. "Iya sudah," ucapnya.