REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding meyakini unsur pimpinan MPR 2014--2019 yang didominasi politikus Koalisi Merah Putih tidak akan memakzulkan Calon Presiden RI terpilih Joko Widodo yang didukung partainya dalam Koalisi Indonesia Hebat.
"Biasa orang khawatirkan paling 'impeachment' (pemakzulan). Akan tetapi, kalau melihat Pak Zulkifli (Ketua MPR 2014--2019) dan para wakilnya, E.E Mangindaan, Osman Sapta Odang, dan Hidayat Nur Wahid, itu figur yang bijak dan baik, saya optimislah," kata Karding seusai menghadiri Sidang Paripurna MPR RI di Jakarta, Rabu (8/1) pagi.
Karding menilai mekanisme pemilihan pimpinan MPR yang dimenangkan wakil dari Koalisi Merah Putih dan satu wakil dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah berjalan secara adil.
Koalisi Indonesia Hebat yang beranggotakan PDI Perjuangan, PKB, Hanura, Nasional Demokrat, serta partai yang baru bergabung Partai Persatuan Pembangunan dalam pemilihan pimpinan MPR, kata Karding, menerima hasil pemungutan suara secara lapang dada.
"Apresiasi tetap kami berikan, biasa kalah-menang begini. Kita harapkan MPR ke depan tetap seperti tradisi sebelumnya," ujar dia.
Seperti dilaporkan sebelumnya, Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2014-2019, didampingi empat wakil ketua yakni Mahyudin dari Partai Golkar, E.E. Mangindaan dari Partai Demokrat, Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera, dan Oesman Sapta Odang yang merupakan wakil DPD
Paket pimpinan dari KMP ini mendapat 347 suara dari total 678 suara yang diberikan anggota MPR RI pada siang paripurna Rabu dini hari tadi.
Sementara itu, paket pimpinan KIH, yang terdiri atas Calon Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang dari DPD, dan empat calon wakil ketua, yakni Ahmad Basarah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Imam Nahrawi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Patrice Rio Capella dari Partai Nasional Demokrat, dan Hazrul Azhar dari Partai Persatuan Pembangunan, mendapat 330 suara. Adapun satu suara lainnya dinyatakan abstain