Selasa 09 Sep 2014 11:00 WIB

Petani Cemas Musim Kemarau Kebun Rawan Terbakar

Kebakaran kebun
Foto: Henky Mohari/Antara
Kebakaran kebun

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Para Petani karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengaku cemas karena memasuki musim kemarau lahan perkebunan sangat rawan terbakar.

"Memasuki musim kemarau sejak sepekan terakhir sudah ada beberapa kebun karet milik warga yang terbakar, sehingga merasa khawatir takutnya Kebun karet saya yang sudah disadap ikut terbakar," kata Ahmadi (34) petani Desa Singapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Selasa.

Menurut dia, pada Minggu (7/9) kebun karet seluas satu hektare yang sudah berusia dua tahun milik warga lainnya hangus terbakar.

Demikian halnya kebun karet seluas satu hektare milik Yulia (39) berikut empat unit sepeda motor terbakar pada Senin (8/9).

Menurut Yulia, sebelum kejadian tetangganya Sandi (35), Nura (32), Ahmad (34) dan Amran (36) memarkirkan sepeda motor mereka di bawah pondoknya dan pergi memancing ikan.

Ketika ditinggal pergi memancing itulah kebun karet hangus terbakar bersama empat unit sepeda motor yang di parkir di bawah pondok milik Yulia.

"Beruntung ketika kebun bersama sepeda motor terbakar, satu dari empat warga tersebut ada yang mengantongi telepon genggam, sehingga bisa menghubungi keluarga untuk dijemput pulang ke rumah, karena jarak kebun dengan Desa Singapura cukup jauh sekitar lima kilometer," kata Ahmadi.

Menurut Amran, saat ditinggal pergi memancing selama empat jam, tidak ada api, namun memang kebun milik Yulia baru saja disemprot dengan racun rumput yang kondisinya sudah mengering dan rawan terbakar.

Berdasarkan kejadian tersebut, sejumlah petani di Desa Singapura OKU merasa khawatir dengan kondisi musim kemarau sekarang ini.

Menurut Amran, kebakaran lahan kebun dan hutan bisa saja terjadi, saat ada warga sembarangan membuang puntung rokok yang kondisi menyala.

Ia berharap, seluruh warga selama musim kemarau ini berhati-hati membuang puntung rokok, termasuk tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun baru.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement