Sabtu 07 Apr 2012 02:12 WIB

PAUD Bisa Putus Rantai Kemiskinan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dewi Mardiani
Sejumlah anak-anak dari perwakilan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) mengikuti lomba mewarnai.
Foto: Antara/Arief Priyono
Sejumlah anak-anak dari perwakilan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) mengikuti lomba mewarnai.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus menggalakkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di masyarakat. Karena, menurut Ketua Tim Penggerak PKK, Netty Prasetyani, PAUD ini bisa berfungsi untuk memutus mata rantai kemiskinan.

''PAUD sangat penting, karena kalau masa keemasan ini dilewatkan begitu saja akan merugikan masa depan seorang anak,'' ujar Netty saat memberikan Materi Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD di Penutupan Riung Mungpulung PAUD angkatan IV, Kamis (5/4).

Netty mengatakan, walaupun PAUD sangat penting untuk seorang anak, tapi hingga saat ini masih banyak anak-anak yang belum bisa memperoleh pendidikan PAUD. Karena, mereka harus bekerja untuk membantu orang tuanya dengan alasan ekonomi. ''Ada juga anak yang kehilangan masa emas di PAUD karena alasan demografis, lokasi PAUDnya jauh.''

Menurut Netty, PAUD adalah sebuah masa vital yang harus dilalui seorang anak. Karena, lima tahun pertama adalah masa keemasan untuk menanamkan hal-hal baik pada seorang anak. PAUD ini, kata Netty, berkonsep menyeluruh karena menyangkut semua aspek. Jadi, kata dia, ini adalah sebuah pondasi dan pilar pembangunan masa depan bangsa.

 

Fungsi PAUD ini, sambung Netty, bisa menyiapkan anak-anak dengan tantangan pada zamannya. Kalau PAUD menanamkan kemandirian pada mereka, maka kelak saat anak-anak tersebut dewasa bisa mandiri. Prinsip lain yang diajarkan di PAUD pada seorang anak, kata Netty, mudah, karena yang diajarkan budi pekerti, murah yakni saat belajar di PAUD anak tak wajib menggunakan seragam. Terakhir, bermutu dengan menanamkan berbagai akhlak mulia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement