Kamis 21 Aug 2014 19:07 WIB

Pengamat: Prabowo akan Sulit Legowo

Rep: c83/ Red: Bilal Ramadhan
Prabowo Subianto berpidato di depan ribuan massa pada acara Halal Bi Halal dengan Koalisi Merah Putih Jabar, di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Selasa (19/8).(Republika/Edi Yusuf)
Foto: Republika/Edi Yusuf
Prabowo Subianto berpidato di depan ribuan massa pada acara Halal Bi Halal dengan Koalisi Merah Putih Jabar, di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Selasa (19/8).(Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego mengatakan jika gugatan sengketa pilpres yang diajukan tim Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi (MK) ditolak maka akan sulit untuk Prabowo dan timnya menerima hasil tersebut.

"Yang jelas mereka tidak akan menerima, nantinya akan menggunakan cara-cara lain pastinya, salah satunya cara politik, ini menyedihkan sekali," ujar Indria Samego saat dihubungi Republika kamis (21/8).

Ia menjelaskan, tim Prabowo Hatta akan memperpanjang masalah pilpres ini dengan membentuk pansus di DPR. Ia menambahkan Prabowo seharusnya menyadari jika ia telah kalah dan menghargai keputusan bahwa rakyat memilih Jokowi sebagi presiden mendatang.

"Logika sehatnya kan seperti itu, kalau kita kalah berarti rakyat tidak ingin kita menjadi presiden," paparnya.

Samego juga mengatakan negara juga harus menunjukan ketegasan dalam menyikapi hasil sengketa pilpres ini, dengan tidak memberikan izin kepada demonstran yang menggangu ketertiban orang banyak. "Polisi harus bertindak pada pendemo yang menggangu ketertiban," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement