Kamis 21 Aug 2014 14:49 WIB

Polda Belum Berhasil Identifikasi Penembak Kapolsek Ambalawi

Penembakan (ilustrasi)
Foto: asaljangan.com
Penembakan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GERUNG -- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat hingga saat ini belum berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku penembakan Kepala Kepolisian Sektor Ambalawi, Kabupaten Bima, Iptu Abdul Salam, hingga meninggal.

"Belum didapatkan ciri-ciri pelaku," kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Moechgiyarto, di Gerung, ibu kota Kabupaten Lombok Barat, Kamis.

Hal itu ditegaskan usai memberi pengarahan pada rapat pimpinan (rapim) Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang dihadiri Bupati H Zaini Arony dan Wakil Bupati Fauzan Khalid, beserta jajarannya.

Seperti diketahui, Kapolsek Ambalawi Iptu Abdul Salam meninggal pada Sabtu (16/8) sekitar pukul 08.00 Wita. Jenazahnya ditemukan oleh seorang guru yang melintas di tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumah korban menuju Polsek Ambalawi.

Ia mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim penyelidikan yang berasal dari anggota Polres Kota Bima dibantu anggota Polda NTB.

"Tim sekarang sedang bekerja. Mereka sedang mendalami apakah kasus penembakan itu ada kaitan dengan peristiwa kejadian-kejadian serupa sebelumnya," ujarnya.

Moechgiyarto menegaskan, sekecil apa pun informasi yang berhasil dihimpun di lapangan akan didalami untuk mengungkap motif dan pelaku penembakan. Terlebih kejadian penembakan anggota polisi sudah ketiga kalinya.

"Sekecil apa pun informasi kami akan dalami terus supaya bisa terungkap. Mohon doa restu dari masyarakat," tegasnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda NTB AKBP M Suryo Saputro menambahkan pihaknya belum bisa menyimpulkan motif dugaan penembakan yang menyebabkan Iptu Abdul Salam meninggal dunia.

Saat ini, kata dia, proses penyelidikan masih terus dilakukan Polres Kota Bima dibantu anggota dari Polda NTB.

Tim penjinak bahan peledak (jihandak) juga sudah menyisir TKP menggunakan alat pendeteksi logam untuk memastikan apakah anak peluru atau selongsong masih ada di lokasi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement