Sabtu 10 May 2014 14:11 WIB

Penuhi Mebel Ekspor, Perajin Lirik Kayu Jabon

Perajin kayu jati.
Foto: M Agung Rajasa/Antara
Perajin kayu jati.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Para perajin di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai melirik kayu jati ambon (jabon) untuk memenuhi pesanan mebel pasar ekspor.

Salah seorang perajin mebel kayu Nurwendi di Cirebon, Sabtu, mengatakan, perajin mebel di Cirebon mulai melirik kayu jabon, sebagai bahan utama produksi mebel mereka untuk memenuhi pesanan ekspor.

Ia menuturkan, mebel berbahan kayu jabon cukup diminati konsumen di negeri Jepang sangat, karena memiliki tekstur yang halus,licin berwarna putih kekuningan, memiliki berat jenis cukupringan sehingga sangat cocok bahan mebel minimalis.

"Kualitas kayu jabon cukup tinggi, sehingga diminati pasar ekspor, selain itu pasokan mudah dibandingkan jati karena usia tebang lebih cepat,"katanya.

Kayu jabon mulai dikenal para perajin, kata dia, setelah mereka kesulitan mendapatkan pasokan jati, sehingga mencari kayu alternatif untuk bisa memenuhi permintaan ekspor.

Daryono pemasok kayu jabon mengaku, budidaya jabon mudah dan pertumbuhannya maksimal dibandingkan jati, usia 10 tahun sudah bisa ditebang dan memiliki kualitas serat baik.

Ia menambahkan, kayu jabon harus bisa mengolahnya dalam proses pembuatan menerapkan, sehingga hasilnya diminati pasar ekspor. Karena kualitas baik, licin, serat halus, warna natural dan ringan cocok untuk memenuhi keinginan konsumen Jepang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement