Rabu 12 Mar 2014 21:26 WIB

Kapal Kargo Terbakar di Pelabuhan Dumai

Kapal kargo
Foto: Antara
Kapal kargo

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI -- Sebuah kapal kargo berbendara Indonesia dengan nama 'Wiras Permata' terbakar di Dermaga C, Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, Rabu (12/3) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Keselamatan Berlayar pada Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Dumai, Yuzirwan, mengatakan kebakaran kapal bermuatan kernel kelapa sawit ini menyebabkan beberapa kamar kru terbakar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Sejauh ini belum diketahui sumber api, namun beberapa kamar kru diketahui terbakar, dan kapal telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB petang," kata Yuzirwan.

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi kebakaran meluas, aparat gabungan dari sejumlah instansi dan perusahaan lakukan evakuasi sejumlah kapal lainnya yang sedang lego jangkar di dermaga milik Pelindo tersebut. Upaya pengendalian api dilakukan dengan cara penyiraman air, baik dari darat dan laut dengan dukungan empat unit armada tugboat milik Pertamina, Pelindo dan kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP) setempat.

Sedangkan pemadaman di darat dilakukan oleh puluhan petugas dengan didukung sejumlah armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) sebanyak 7 unit, milik Pemerintah Kota Dumai, Pelindo dan Pertamina. "Kronologis kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, dan kapal terbakar saat ini kita sandarkan di kolam pelabuhan Dumai agar tidak berdampak buruk pada aktivitas perkapalan lainnya," terang Yuzirwan.

Menurut Yuzirwan, atas kejadian kebakaran ini juga belum dapat dipastikan kerugian materi karena masih dalam upaya evakuasi dan pengendalian situasi dermaga kepentingan industri belasan perusahaan pengolahan minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

Diperoleh informasi bahwa kapal kargo Wiras Permata ini diageni oleh pihak keagenan PT Gemalindo Shipping dan sejauh ini pasca api berhasil dipadamkan, situasi dermaga di pelabuhan Pelindo Dumai itu kembali normal.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement