Ahad 05 Jan 2014 20:51 WIB

Mahfud MD: Negara Sejahtera Indikator Bangsa Bermartabat

Rep: Indah Wulandari/ Red: Maman Sudiaman
Mahfud MD
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Mahfud MD

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Kesejahteraan suatu negara menjadi indikator martabat bangsa. Indonesia pun kini butuh seorang pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya, bukan yang mengumpulkan kekayaan pribadi.

"Seperti yang pernah disampaikan Sayyidina Ali  yang menggambarkan bahwa kehancuran suatu negara disebabkan oleh pemerintahan yang dilaksanakan dengan tidak adil atau dzolim terhadap rakyatnya. Kalau rakyat tidak sejahtera, berarti kita gagal  menyelenggarakan negara," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, dalam kuliah umum di Institut Agama Islam Darussalam, Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Ahad (5/1).

Kesejahteraan akan tercapai, lanjut Mahfud, kalau penyelenggaraan negara dilaksanakan dengan adil, hanya semata-mata untuk memenuhi hak dan kebutuhan rakyatnya."Tidak seperti yang terjadi selama ini, martabat bangsa dilecehkan oleh negara asing dengan berbagai alasan yang bermuara dari tidak terpenuhinya hak-hak rakyat dalam bernegara," terangnya.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan, hilangnya martabat bangsa Indonesia terlihat manakala negara lain melecehkan rakyat Indonesia. Misalnya, fenomena jual jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diobral dengan diskon 15 persen yang terjadi beberapa waktu lalu. "Kita dikenal pengirim TKI murahan, bahkan Malaysia pernah menghebohkan kita yang menawarkan jasa TKI dengan diskon seperti, kayak barang ditoko saja tenaga orang didiskon," cetus mantan Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu.

Tak hanya itu, hilangnya martabat Indonesia juga lantaran semakin maraknya kasus korupsi yang telah meringkus sejumlah pejabat pemerintahan, mulai dari tingkat Kabupaten atau Kota, Provinsi dan Pusat. "Kasus (korupsi) ini telah merongrong harga diri bangsa kita, menjatuhkan martabat Negara," tegasnya.

Oleh karena itu, ia berharap harus ada pemimpin yang mampu bertindak tegas kepada siapapun yang melanggar hukum. Sebab, penegakan hukum tanpa pandang bulu merupakan kunci dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. "Kalau hukum ditegakkan dengan tegas, kepada siapapun yang bersalah, termasuk kepada para koruptor, maka kita akan mampu mensejahterakan rakyat. Dan ini menjadi tugas kita semua agar ikut serta mengembalikan martabat bangsa dengan terlebih dahulu mensejahterakan rakyat," ajak Mahfud.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement