Jumat 13 Dec 2013 00:04 WIB

Muhaimin Berdayakan 38 Kantong TKI dengan Wirausaha

Muhaimin Iskandar
Foto: Antara
Muhaimin Iskandar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan pembinaan khusus kepada 38 daerah basis rekrut TKI atau yang dikenal sebagai daerah kantong TKI dengan memberikan paket-paket pelatihan wirausaha.

Di kantong-kantong TKI itu pun, Kemnakertrans pun terus melakukan sosialisasi slogan TKI "Jangan Berangkat Sebelum Siap" atau disingkat JBSS agar para calon TKI yang hendak bekerja di luar negeri mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Pemberdayaan ekonomi calon TKI, TKI Purna, dan keluarga TKI menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Dengan telah tersedianya lapangan pekerjaan yang baru di dalam negeri nantinya mereka diharapkan dapat mengurangi minat bekerja ke luar negeri,kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat melakukan kunjungan kerja ke kampung TKI di Adipala, Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis (12/12).

Dalam kunjungan kerjanya ini, dilansir keterangan resmi Kemnakertrans, selain melakukan sosialisasi slogan TKI JBSS Muhaimin pun melakukan dialog dengan 1.000 orang mantan TKI.

Muhaimin mengatakan pemberdayaan masyarakat di 38 kantong TKI dilakukan melalui penguatan berbagai kegiatan dan program-program dengan mempertimbangkan potensi daerah asal TKI.

“Untuk pelatihan kewirausahaan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia di sekitar daerah kantong TKI, sehingga lebih mudah untuk diterapkan secara langsung dengan membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Jenis pelatihan wirausaha meliputi berbagai budidaya, seperti budidaya ayam, sapi dan kambing, usaha konveksi, menjahit dan bordir. Selain itu, ada juga pelatihan tata rias pengantin, lala boga, bengkel motor, sablon dan percetakan, pengelasan, serta konstruksi skala kecil

Selain itu, kata Muhaimn, daerah-daerah TKI pun mendapatkan bantuan program pelatihan wirausaha baru, teknologi tepat guna, padat karya produktif, desa produktif, mobil terampil, rumah terampil, edukasi perbankan dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI serta pelayanan remitansi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement