Kamis 05 Dec 2013 14:32 WIB

Konsumen Gas Elpiji 12 Kg Beralih ke 3 Kg

Rep: Yulianingsih/ Red: Djibril Muhammad
Gas 3 Kg
Gas 3 Kg

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dampak kenaikan harga gas elpiji ukuran 12 kg menjadi Rp 85 ribu ditingkat eceran membuat sejumlah konsumen gas ukuran tersebut beralih ke gas elpiji ukuran 3 kg. Salah satu konsumen yang langsung beralih menggunakan gas ukuran 3 kg adalah Ny Atun (33).

Warga Salakan, Bantul ini semula menggunakan gas elpiji ukuran 12 kg. Namun ketika tahu gas ukuran tersebut naik signifikan, Ibu dua anak ini langsung beralih ke 3 kg.

"Naiknya banyak banget dari Rp 76 ribu kok menjadi Rp 85 ribu. Mending pindah saja ke 3 kg lebih murah meskipun harus beli langsung dua biar awet," katanya, Kamis (5/12).

Menurutnya, dari berdasarkan perhitungannya menggunakan gas elpiji 3 kg lebih irit dari pada 12 kg. "Kalau dulu pas harganya Rp 76 ribu selisihnya dengan 3 kg tidak banyak, kalau sekarang naik nsegini ya selisihnya banyak," katanya.

Hal yang sama juga dilakukan Ny Agus. Warga Mrican, Umbulharjo, Yogyakarta ini juga langsung beralih ke gas ukuran 3 kg. Selain harganya yang lebih murah gas ukuran tersebut juga mudah membawanya. "Mudah-mudahan gas elpiji ukuran 3 kg tidak ikut naik harganya," katanya.

Iwan Setyawan, dari DPD Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY membenarkan adanya perpindahan konsumen dari gas elpiji ukuran 12 kg ke 3 kg.

"Migrasi itu jelas ada, karena itu hukum ekonomi ya, kalau harga naik pasti pada beralih ke yang lebih murah," ujarnya.

Ia mengakui, gas elpiji ukuran 12 kg memang mengalami kenaikan sejak dua hari terakhir. Di seluruh agen gas ukuran tersebut dijual ke pengecer sebesar Rp 81 ribu. "Kalau di pengecer jelas harganya sudah berbeda-beda," katanya.

Akibat adanya migrasi konsumen dari gas ukuran 12 kg ke 3 kg kata dia, maka diindikasikan permintaan gas elpiji bersubsidi di DIY akan meningkat.

Dalam sehari kata dia, konsumsi gas elpiji ukuran 3 kg atau biasa disebut gas melon di DIY mencapai 78 ribu tabung. Dengan migrasi tersebut diprediksikan konsumsi gas melon akan naik.

"Naiknya seberapa kita tidak bisa memprediksikan, nanti akan ada survei. Kalau memang ada kenaikan kita akan minta penambahan pasokan ke Pertamina dan pihak Pertamina sudah siap," ujarnya.

Peningkatan penggunaan gas melon ini kata dia, juga akan semakin meningkat menjelang natal dan tahun baru 2014 mendatang. Namun kata dia, Hiswana dan Pertamina sudah melakukan koordinasi terkait hal tersebut. Pertamina sendiri akan menambah stok gas melon di DIY sebesar 100 persen dari stok harian.

Jumlah agen gas melon di DIY sendiri kata Iwan sebanyak 43 agen. Harga gas melon di tingkat eceran di DIY masih tetap berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 16.500 per tabungnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement