Selasa 01 Oct 2013 23:57 WIB

PDAM Tirta Musi Putus Ribuan Sambungan Pelanggan

Rep: Maspril Aries/ Red: Djibril Muhammad
Petugas memeriksa delapan buah filter air di sebuah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Petugas memeriksa delapan buah filter air di sebuah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang memutus ribuan sambungan pelanggan air bersih perusahaan milik Pemerintah Kota Palembang.

Manajer Pengendalian Kehilangan Air (PKA) PDAM Tirta Musi Cik Mit, Selasa (1/10) menjelaskan, "Potensi pelanggaran penggunaan air bersih masih cukup tinggi. Sampai Agustus 2013 sudah 3.017 sambungan yang diputus."

Menurut Cik Mit dari 3.017 pemutusan sambungan tersebut terdiri pemutusan sementara sebanyak 1.426 sambungan dan pemutusan permanen 1.591 sambungan. Sambungan pelanggan yang diputus tersebut ada di sembilan unit layanan, unit Rambutan, Km 4, 3 Ilir, Sako, SU II, Kalidoni, Karang Anyar, AAL, dan SU I.

"Rencana Agustus ini, pemutusan sementara ada 8.615 sambungan tapi baru 1.426 sambungan yang diputus. Untuk pemutusan permanen ada 1.734  sambungan yang memang melanggar, tapi baru diputus 1.591 sambungan. Jadi total ada 3.017 sambungan," kata Cik Mit.

Dari ribuaan pelanggan yang diputus tersebut, Manajer Pengendalian Kehilangan Air PDAM Tirta Musi menjelaskan, ada sekitar 5.412 pelanggan yang membuat pernyataan atas pelanggarannya. "Ini semacam peringatan," katanya menambahkan.

Petugas PDAM Tirta Musi juga menemukan adanya pelanggaran fisik dan nonfisik yang dilakukan pelanggan. Pelanggaran fisik seperti merusak meteran dan pelanggaran non fisik terkait akurasi meteran atau kesalahan input data oleh petugas.

Sementara itu Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Stephanus menjelaskan, dalam menekan pelanggaran PDAM akan  membangun district meter area (DMA) untuk pengawasan lebih ketat.

"Kawasan yang dinilai potensial pelanggaran ditutup sehingga pendistribusian air tercatat secara jelas. Kami juga mempersiapkan  alat pembaca meteran dengan sistem android ber-barcode. Data-data penggunaan air bersih pelanggan yang terbaca akan langsung diinput secara otomatis ke dalam data base pusat," kata Stephanus.

Dari 218.000 pelanggan PDAM Tirta Musi, baru 77 ribu atau sekitar 35 persen yang menggunakan sistem DMA. Dengan sistem DMA menurut Stephanus, mampu menekan kebocoran sedikitnya satu persen. "Target kami tiap tahun tumbuh 10% di setiap unit pelayanan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement