Selasa 10 Sep 2013 19:26 WIB

Tim Andi Arief Dipukul di Situs Gunung Purba Padang?

Rep: Hafidz Muftisany/ Red: Citra Listya Rini
Andi Arief
Foto: ANTARA
Andi Arief

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Penelitian menggunakan ledakan petasan di situs Gunung Purba Padang, Cianjur, Jawa Barat pekan lalu menimbulkan kontroversi. Ada apa?

Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang yang juga salah satu tim peneliti Situs Gunung Padang, Yudi Wahyudin mengatakan penelitian tersebut diduga melibatkan tim peneliti mandiri staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana alam, Andi Arief. 

Menurut informasi yang Yudi dapat, tim mandiri ini terdiri beberapa orang dari Institut Teknologi Bandung. "Jadi bukan arkeolog," katanya kepada Republika, Selasa (10/9). Laporan yang ia terima, tim ini melakukan pengukuran seismik getaran dengan ledakan-ledakan kecil menggunakan petasan pada Rabu (4/9).

Yudi melanjutkan, saat tim kembali keesokan harinya, warga sekitar merasa terganggu dan melakukan protes. "Infonya terjadi pemukulan, kita sedang kirim tim investigasi," ujarnya. 

Yudi mengaku sebelumnya timnya bersama tim dari staf khusus presiden tersebut tak pernah ada masalah dengan warga. Bahkan pihaknya melakukan penelitian bersama sebelum bulan Ramadhan kemarin. "Saat kita sosialisasi dengan warga soal penelitiannya," kata Yudi.

Menurutnya, masyarakat sekitar masih awam dengan beberapa metode penelitian yang dipakai. Sehingga, Yudi menyarankan setiap tim peneliti yang masuk harus melakukan sosialiasasi kepada warga sekitar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement