Sabtu 22 Jun 2013 05:11 WIB

Selain Perbatasan, Indonesia-Timur Leste Bahas Perhubungan

Rep: Esthi Maharani/ Red: Mansyur Faqih
Susilo Bambang Yudhoyono
Foto: Antara
Susilo Bambang Yudhoyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik pembahasan perbatasan dengan Timor Leste. Menurutnya, sudah ada perkembangan terkait persoalan tersebut. "Kerja sama di perbatasan telah mengalami perkembagnan baik, satu sudah selesai tinggal dua lagi," katanya, Jumat (21/6).

Dalam pertemuan hampir dua jam, persoalan lain pun ikut dibahas. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, perikanan, kehutanan, dan perhubungan. Sektor perhubungan berkembang baik 2008-2012 yang tumbuh delapan persen dan mencapai 260 juta dolar AS tahun lalu. 

Diharapkan pada 2016, bisa ditingkatkan menjadi 300 juta dolar AS. Investasi pun dinilainya terus berkembang. "Saya sampaikan kepada presiden Ruak, bahwa investasi terus kami tingkatkan di Timor Leste. Kami juga berharap konektivitas transportasi udara bisa banyak peluang dari bidang ekonomi dan yang lain," ujar SBY.

Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Taur Matan Ruak berterima kasih kepada Indonesia. Terlebih lagi, Timor Leste telah dianggap sebagai adik bagi Indonesia. 

"Saya ingin sampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kemurahannya. Timor Leste tidak pernah bisa membayar hutang baik kepada Indonesia dan kita akan dukung semua upaya Indonesia," katanya. 

Ia menambahkan, penandatangan kerja sama dengan Indonesia menjadi contoh keinginan Timor Leste untuk mempertegas hubungan kedua negara di masa depan. Ia mengatakan Timor Leste akan semaksimal mungkin memperkuat hubungan kedua negara. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement