Sabtu 01 Jun 2013 23:40 WIB

'TKI Aset Bangsa'

TKI, ilustrasi
Foto: Antara
TKI, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Enam juta TKI yang tersebar di lebih dari 140 negara, merupakan aset bangsa, kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat.

"Disebut aset bangsa karena mereka memiliki keinginan untuk mengubah nasib. Tak ada individu, masyarakat, atau bangsa yang maju bila tak ada hasrat untuk berubah," kata Jumhur pada sosialisasi program kerja BNP2TKI di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (1/6).

Ia menyebut, bangsa Indonesia bisa merdeka dan mengusir penjajah karena memiliki hasrat mengubah nasib dan berjuang memperbaiki nasib. Jumhur menegaskan, TKI rela bekerja di luar negeri dan meninggalkan keluarga di Tanah Air karena ingin mengubah nasib diri dan keluarganya, masyarakat bahkan bangsanya.

"Untuk itu saya berada di depan untuk melindungi TKI. Saya pelayan TKI," katanya disambut tepuk tangan ribuan hadirin yang memadati Lapangan Astana Langgar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Sosialisasi bertema 'Bersama TKI Membangun Negeri' dihadiri ribuan orang karena melalui pementasan kesenian tradisional tari topeng dan wayang suket, dengan dalang Ki Slamet Gundono serta iringan musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Zastrow.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat Diana Anwar mengapresiasi sosialisasi BNP2TKI untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, dalam prosedur penempatan dan perlindungan TKI. "Sosialisasi BNP2TKI ini program prorakyat. DPR selalu mendukung program pemerintah yang prorakyat," katanya.

Diana mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, mengikuti prosedur yang diatur oleh pemerintah agar merasa aman, nyaman, dan terlindungi selama bekerja.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement