Rabu 11 Mar 2026 03:05 WIB

Sumber Intelijen AS: Iran Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz

IRGC saat ini mengendalikan Selat Hormuz dan melarang kapal-kapal melintas.

Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.
Foto: EPA/Stringer
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Iran dilaporkan mulai menyebar ranjau laut di Selat Hormuz, menurut dua sumber di kalangan intelijen Amerika Serikat (AS) dikutip CNN, Rabu (11/3/2026). Menurut laporan CNN, belum terlalu banyak ranjau yang disebar Iran namun penyebaran sudah dilakukan beberapa hari terakhir.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) , yang kini secara efektif mengendalikan Selat Hormuz bersama dengan Angkatan Laut Iran, memiliki kemampuan untuk mengerahkan serangkaian kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, dan baterai rudal yang tersebar di pantai. Sebelumnya, IRGC sudah mengingatkan bahwa kapal yang berani melintasi Selat Hormuz akan diserang dan selat itu telah ditutup oleh Iran sejak perang dimulai.

Baca Juga

Sumber CNN menggambarkan situasi Selat Hormuz saat ini seperti sebuah "lembah mati" menimbang risiko yang muncul dari aktivitas perlintasan kapal. Pejabat AS pada Selasa (10/3/2026) mengatakan bahwa Angkatan Laut AS tidak melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, meski sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan opsi pengawalan itu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement