REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG, – Arema Malang harus menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pertandingan yang berlangsung di Bandarlampung, Selasa. Pelatih Arema, Marcos Santos, menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya.
Menurut Marcos, pertandingan tersebut berlangsung sulit tidak hanya karena kualitas Bhayangkara yang diakui baik, tetapi juga karena sejumlah keputusan wasit yang memengaruhi jalannya pertandingan. "Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit," ujarnya.
Marcos menyoroti keputusan wasit yang tidak mengeluarkan kartu untuk tim tuan rumah, meskipun Arema harus menerima kartu merah. "Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit. Tentunya saya prihatin dengan sepak bola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi," tambahnya.
Meski demikian, Marcos tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Arema yang telah berjuang hingga peluit akhir pertandingan. Bhayangkara berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-1 akibat gol dari Joel Vicinius.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.