Selasa 02 Apr 2013 16:30 WIB

Kenaikan Tarif Tenaga Listrik Resmi Berlaku di Bogor

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Djibril Muhammad
Petugas Perusahaan Listrik Negara memperbaiki instalasi listrik di kawasan Tebet, Jakarta. Pemerintah berencana menaikan TDL 15% sepanjang 2013 dibagi pada empat kuartal.
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Petugas Perusahaan Listrik Negara memperbaiki instalasi listrik di kawasan Tebet, Jakarta. Pemerintah berencana menaikan TDL 15% sepanjang 2013 dibagi pada empat kuartal.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kenaikan tarif tenaga listrik sebesar rata-rata 4,3 persen resmi berlaku di seluruh area Bogor. Langkah ini terpaksa diambil lantaran Pemerintah Pusat bakal memotong biaya subsidi listrik sebesar Rp 15 triliun.

Namun kenaikan tarif tenaga listrik hanya akan berlaku untuk daya sebesar 1300 KvA ke atas. Sementara untuk daya 450 KvA dan 900 KvA tidak mengalami kenaikan.

"Pelanggan yang paling banyak terkena kenaikan adalah kelompok Rumah Tangga. Soalnya di seluruh wilayah Bogor, jumlah pelanggannya memang paling banyak adalah Rumah Tangga," kata Humas Kantor PLN Area Bogor, Kusmawan, di kantornya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/4).

Kenaikan ini rencananya akan diterapkan per triwulan dengan empat tahap. Pertama April hingga Juni, kemudian Juni-September, dan pada Oktober bakal definitif. "Setelah Oktober tidak akan ada kenaikan lagi," ujar Kusmawan.

Rata-rata kenaikan ini, lanjut Kusmawan, sebesar 4,3 persen. Dari seluruh jumlah pelanggan PLN di area Bogor, total ada sekitar 35 persen pelanggan yang terkena kenaikan tarif tenaga listrik.

Data dari Kantor PLN Area Bogor, jumlah pelanggan untuk kelompok Rumah Tangga sebanyak 781.063 pelanggan. Kemudian Sosial sekitar 16.214 pelanggan. Sedangkan Bisnis sekitar 25.702 dan Industri sebanyak 649 pelanggan.

Secara khusus Kusmawan menjelaskan, kenaikan ini terpaksa dilakukan karena Pemerintah Pusat berencana memotong subsidi listrik sebesar Rp 15 triliun. Selama ini, pelanggan hanya membayar Rp 600-700. Sedangkan biaya dasar produksi listrik sebesar Rp 1.300. "Jadi selisih ini yang disubsidi oleh Pemerintah Pusat," tuturnya.

Terkait sosialisasi pada pelanggan, PLN Area Bogor telah melakukannya dengan cara person to person. Mereka mendatangi para pelanggan, terutama pelanggan besar, dan melakukan pemberitahuan. Selain itu, dalam sosialisasi itu juga dilakukan simulasi penghitungan tarif.

"Simulasi itu menghitung kebutuhan dan penggunaan yang sama, tetapi dengan dasar biaya yang berbeda. Sehingga pelanggan tidak hanya tahu soal kenaikan tapi juga perhitungan soal tarif tenaga listrik," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement