Rabu 13 Mar 2013 13:04 WIB

SBY: Bersyukur Banjir Besar Tidak Terjadi

Rep: Esthi Maharani / Red: Djibril Muhammad
Presiden SBY
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersyukur prediksi atau ramalan akan terjadinya banjir besar tidak terjadi, tidak terbukti. Ia mengaku senang banjir yang diprediksi terjadi setiap lima tahunan itu tidak terjadi kali ini.

"Diramalkan banjir besar di Maret ini. Tapi itu tidak terjadi. Semoga tidak terjadi siklus lima tahunan. Semoga tidak pernah terjadi," katanya saat menerima Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Kantor Presiden, Rabu (13/3).

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sebab, meski puncak musim penghujan telah berakhir pada akhir Februari lalu, namun potensi hujan dengan kapasitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur Jakarta dan sekitarnya dalam sepekan ke depan.

Dikatakan, potensi hujan lebih besar terjadi pada siang dan malam hari. Kondisi ini terjadi lantaran suhu muka laut di wilayah Indonesia mencapai 27-31 derajat celsius.

Dengan suhu muka laut terpanas diperkirakan terjadi di Samudera Indonesia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Timor, dan Samudera Pasifik sebelah utara Papua.Disebutkan pula saat ini belum memasuki masa transisi cuaca atau pancaroba.

Pancaroba diprediksi baru akan datang pada April dan Mei. Meski begitubukan berarti hujan tidak akan berhenti mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement