Ahad 12 Aug 2012 11:26 WIB

Agung Laksono: Elektabilitas JK Lebih Unggul dari Ical

Rep: Eko Widiyanto/ Red: Djibril Muhammad
JK dan Ical
JK dan Ical

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, membantah bahwa masalah wacana pemecatan Jusuf Kalla dari Partai Golkar telah menimbulkan perpecahan di tubuh Partai Golkar.

"Retak saja belum, masa pecah. Hanya sekadar menghangat saja saya kira," kata Agung, saat menghadiri konsolidasi Partai Golkar di kediaman Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Wisnu Hardono, di Purwokerto, Sabtu (11/8) malam.

Dia mengakui, masalah wacana pencalonan Jusuf Kalla sebagai presiden periode 2014-2019 melalui partai lain, memang menimbulkan perdebatan di kalangan kader Golkar. Ada yang meminta JK dipecat dari Golkar karena telah mencalonkan diri dari partai lain, namun ada yang menolak tindakan tersebut.

Agung sendiri berpendapat, meskipun JK merupakan kader senior Golkar, namaun yang bersangkutan saat ini tidak menduduki jabatan politik di perintahan, seperti di parlemen atau di kabinet. Bahkan dalan jajaran kepengurusan Partai Golkar, JK tidak lagi duduk sebagai pengurus.

"Jadi kalau akan dipecat, dipecat bagaiamana? Toh beliau tidak menduduki jabatan politik atau jabatan pengurus di Partai Golkar," kata Agung.

Untuk itu, Agung tidak sependapat jika masalah pencapresan JK oleh partai lain, diikuti dengan tindakan pemecatan JK sebagai kader Golkar.

"Kalau Pak JK ingin mencalonkan diri sebagai Capres, Golkar tidak mungkin bisa menghalang-halangi. Beliau juga tak mungkin mencalonkan diri melalui Partai Golkar, karena Golkar sudah menetapkan Pak Aburizal Bakri sebagai Capres," katanya.

Dia mengaku, dalam hal tingkat elektabilitas antara JK dan Aburizal Bakri, mungkin Pak JK lebih unggul. Tapi bukan berarti hal ini bisa membatalkan keputusan penetapan Aburizal Bakri sebagai calon presiden dari Golkar.

"Hasil survei ini 'kan berkembang terus. Setiap saat kita akan memperbaiki sisi kelemahan Aburizal Bakri, sehingga tingkat elektoralnya akan bisa terus kita tingkatkan," jelasnya.

Pada sisi lain, Agung Laksono juga mengakui, mungkin saja pencalonan JK oleh partai lain sebagai presiden, akan memecah suara dari kader Golkar. Namun bagaimana pun, seluruh kader Golkar yang loyal akan berusaha sekuat mungkin untuk mengatasi masalah ini.

"Yang lebih penting dari itu, sebagai kader senior Partai Golkar, kita berharap pak JK memikirkan kembali keputusannya bila akan maju sebagai capres dari partai lain. Kami berharap, pak JK bisa memberi teladan bagi kader partai lainnya," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement