Sabtu 21 Jan 2012 21:03 WIB

Kapal Pesiar Costa Concordia Karam, ABK Asal Indonesia Masih Trauma

Kapal pesiar mewah, Costa Concordia, yang karam sebagian di pantai Pulau Giglio, barat Italia.
Foto: Reuters
Kapal pesiar mewah, Costa Concordia, yang karam sebagian di pantai Pulau Giglio, barat Italia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Sejumlah ABK kapal pesiar Costa Concordia yang telah tiba di Bali, Sabtu (21/1) malam, mengaku masih trauma, namun sebagian dari mereka masih berkeinginan untuk bekerja kembali di kapal.

"Untuk sementara waktu istirahat dulu, mungkin untuk bekerja seperti itu lagi akan saya pikirkan, tetapi saya juga ingin bekerja lagi," kata Putra Suwantara (28), salah seorang ABK kapal yang datang pada kloter keempat.

Pria yang sudah bekerja selama empat bulan di kapal tersebut juga mengaku hingga kepulangannya ke Bali ini pihak perusahaan tempat dia bekerja belum memberikan upahnya. Namun, kata Putra, perusahaan berjanji akan mengurus gajinya dan akan mentransfer dalam jangka waktu sebulan ke depan.

"Katanya satu bulan ke depan, ya mudah-mudahan segera dibayarkan," kata Putra dengan penuh harapan. Putra merupakan dari 23 ABK yang tiba di kedatangan internasional Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Mereka dijemput oleh sanak keluarganya.

Beberapa keluarganya mengaku, mereka trauma jika anaknya kembali bekerja sebagai ABK kapal pesiar. Wiastri, orang tua dari Edi Suparma yang mengaku trauma dan tidak ingin jika anaknya kembali bekerja sebagai ABK. Bahkan, Edi sendiri kondisinya tampak kurang baik dan enggan bercerita pengalamannya saat peristiwa itu terjadi.

"Mungkin tidak usah kerja di sana lagi. Kerja di rumah saja, yang penting tetap bisa makan," ujarnya. Sabtu ini merupakan hari terakhir kepulangan para ABK Costa Concordia asal Bali yang secara bergilir datang dengan empat kloter.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement