Kamis 15 Dec 2011 11:59 WIB

Kasus Mesuji, Kapolda Sumsel Siap Diperiksa

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Stevy Maradona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Masyarakat Mesuji melaporkan adanya kekerasan yang dilakukan Polri yang disewa pihak perusahaan di daerah Mesuji yang terletak di Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel). Kapolda Sumsel, Irjen Dikdik Mulyana Arif mengaku siap diperiksa tim independen terkait kasus Mesuji yang berada di wilayah Sumatera Selatan.

"Polisi tidak ada di TKP saat konflik itu. Kita datang setelah kejadian. Silahkan tim independen untuk memeriksa rekaman tersebut, kami siap," kata Kapolda Sumsel, Irjen Dikdik Mulyana Arif yang dihubungi Republika, Kamis (15/12).

Ia menjelaskan kasus bentrokan yang berada di Desa Sodong Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel juga terkait perebutan lahan seluas 700 hektar antara warga Desa Sodong dengan pihak perusahaan PT Sumber Wangi Alam (SWA). Konflik tersebut terjadi sejak 2007 di mana menurut laporan warga, perusahaan menyewa petugas kepolisian untuk melakukan intimidasi terhadap warga.

Puncaknya saat terjadi panen raya dan masyarakat melakukan panen bersama. Pihak perusahaan tidak merelakannya dan menganggap panen kelapa sawit itu menjadi hak perusahaan. Konflik pun terjadi hingga menewaskan tujuh orang terdiri dari lima orang dari pihak perusahaan dan dua orang dari warga pada 21 April 2011.

Saat ditanya mengenai rekaman video yang menunjukkan adanya mobil polisi dan adanya polisi yang memenggal kepala warga saat bentrokan, ia membantahnya. "Saya tidak tahu itu. Saya sudah tanya kepada bawahan dan polisi datang setelah bentrokan. Kita siap membuktikannya," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement