Kamis 20 Oct 2011 07:28 WIB

Benda Peninggalan RA KArtini yang Tercecer di Luar Rembang akan Dibawa Pulang

RA KArtini
Foto: .
RA KArtini

REPUBLIKA.CO.ID, REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, akan menelusuri benda-benda peninggalan RA Kartini yang ada di luar daerah, dan mengupayakan memboyongnya ke Museum Kartini di kabupaten itu selama masa revitalisasi museum. "Kami perlu menambah koleksi Museum Kartini Rembang dengan memboyong benda-benda peninggalan RA Kartini yang tersebar di berbagai kota," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Rembang Budi Darmawan di Rembang, Kamis.

Museum Kartini Rembang akan direvitalisasi dalam lima tahap. Tahap pertama dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober 2011, atau menunggu hasil lelang pekerjaan revitalisasi yang saat ini sedang memasuki proses akhir pelelangan di tingkat Pemerintah Provinsi.

Menurut catatan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang, revitalisasi tahap pertama akan menelan anggaran dari APBN hingga Rp4,8 miliar.

Pekerjaan revitalisasi pada tahap pertama, kata Budi Darmawan akan difokuskan pada pembangunan ruang diorama "Kartini Mengajar" di gedung Kwarcab Rembang. Sementara itu, bangunan "Tourism Information Centre" dan sejumlah bangunan di sekitarnya akan dijadikan ruang audio visual perjuangan Kartini dan sejarah Rembang.

Bangunan pendapa dan rumah dinas bupati juga akan mendapat sentuhan di beberapa tempat, katanya menambahkan. "Jika pun benda-benda seperti buku-buku, perabotan, dan pakaian RA Kartini yang berada di luar daerah, nantinya tak diperbolehkan diboyong atau dijadikan koleksi museum, kami akan membuat replikanya. Dengan begitu koleksi Museum Kartini Rembang akan semakin lengkap," kata dia.

Ia juga mengatakan selama masa perburuan benda-benda peninggalan RA Kartini dan revitalisasi museum, pihaknya akan menutup sementara Museum Kartini dari kunjungan wisatawan. "Kami harus mengamankan sejumlah perangkat di dalam museum selama revitalisasi. Karenanya, kami akan menutup sementara kunjungan ke Museum Kartini," kata dia.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Rembang, Edi Winarno mendukung langkah penutupan sementara itu. "Namun, sebagai gantinya, pemerintah kabupaten setempat perlu menyediakan fasilitas pengganti seperti tayangan video tentang Museum Kartini. Kasihan pengunjung yang berasal dari luar daerah yang tidak mengetahui penutupan museum," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement