REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief mengaku bersyukur masih ada orang panik akibat kabar gempa 8,7 skala richter yang bisa mengguncang Jakarta dan sekitarnya.
"Saya tidak khawatir dengan orang-orang yang panik. Saya bersyukur ada yang panik karena dia masih aware sama nasibnya,"ujar Andi Arief di kompleks istana kepresidenan Rabu (18/5).
Kepanikan tersebut, lanjutnya, merupakan pembelajaran secara perlahan untuk menyadarkan masyarakat akan potensi gempa di Jakarta. “Kita harus mempercayai penelitian ilmiah," ujarnya.
Sebelumnya, Andi sempat mengatakan bahwa Jakarta akan dilanda gempa hingga 8,7 SR. Pusat gempa, kata Andi, berada di Selat Sunda.
"Jakarta menyimpan potensi, berpusat di Selat Sunda. Dahulu ada pelepasan energi yang sangat besar di sana, sehingga diprediksi akan ada gempa 8,7 skala richter di Jakarta. Saat ini kita sedang buat modellingnya," pekan lalu.
Berdasarkan sejarah,ungkap Andi, Jakarta pernah diguncang gempa pada tahun 1699, 1752, 1722, 1757. Namun itu hanya berdasarkan literatur dan dokumen yang ada.
Andi tidak berani memastikan, sebab, belum ada penelitian pendukung. Bagaimanapun, antisipasi perlu dilakukan, apalagi Jakarta adalah kota utama di Indonesia. “Saya berharap, lebih baik kita ambil hikmahnya untuk persiapan mitigasi,” kata Andi.