Jumat 06 Aug 2010 04:42 WIB

Prajurit TNI di Kongo Terima Penghargaan PBB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dua prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-G menerima penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa karena profesionalisme dan kepemimpinannya selama menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo. Penghargaan diberikan langsung Komandan Misi Perdamaian PBB di Kongo (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo/MONUSCO), Letnan Jenderal Babacar Gaye, di Bunia, Kongo, Rabu (4/8).

Perwira Penerangan Konga XX-G/Monuc Kapten Caj Agus Hermansyah, dalam surat elektronik yang diterima di Jakarta, Kamis (5/8), mengatakan, penghargaan pertama diberikan kepada Letkol Czi Arnold AP Ritiauw (Komandan Konga XX-G) yang diwakili Wakil Komandan Mayor Czi Ubaidillah. Penghargaan diberikan karena yang bersangkutan dapat memberikan inspirasi dan kepemimpinan yang profesional.

Sedangkan penghargaan kedua diberikan kepada Sersan Mayor Udju Djuhana. Komandan Misi Perdamaian PBB di Kongo, Letnan Jenderal Babacar Gaye, mengatakan, "Ini prestasi yang telah ditunjukkan oleh Kontingen Indonesia dalam melaksanakan tugas, sehingga rakyat Kongo menjadi lebih percaya akan kehadiran PBB di negaranya".

Ia mengatakan, Kontingen TNI mampu membangun jalan Dungu-Faradje yang sangat vital bagi pengiriman perbekalan untuk masyarakat Kongo yang mengalami kekurangan pangan di daerah pedalaman dan rawan konflik. Tak hanya itu, katanya, kontingen TNI juga dinilai mampu membangun Bandara Dungu dan fasilitas sosial untuk masyarakat, mampu merangkul masyarakat lokal dan pejabat sipil.

"Sangat mengagumkan, mengingat daerah itu merupakan wilayah rawan serangan milisi dan hebatnya. Operasi ini belum pernah dilakukan kontingen lain bahkan oleh PBB, kecuali prajurit TNI," kata Letnan Jenderal Babacar Gaye. Sejumlah kegiatan telah dilakukan Kontingen Garuda XX-G, antara lain pembangunan jalan Dungu-Faradje, serta membuat stasiun Radio FM (Radio Garuda FM) yang mampu mengudara sampai radius 15 km di kota Dungu, Kongo.

sumber : Ant
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement