Senin 12 Dec 2022 01:30 WIB

UNESCO Tinjau Penerapan Indikator Tsunami di Padang

UNESCO melihat secara langsung penerapan 12 indikator siaga tsunami di Padang

Rep: Febrian Fachri/ Red: Christiyaningsih
Sejumlah siswa sekolah melindungi kepala saat mengikuti simulasi gempa dan tsunami di objek wisata Pantai Padang, Sumatera Barat, Sabtu (5/11/2022). Simulasi yang digelar untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan warga di pesisir Sumatera Barat terhadap bencana tsunami.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Sejumlah siswa sekolah melindungi kepala saat mengikuti simulasi gempa dan tsunami di objek wisata Pantai Padang, Sumatera Barat, Sabtu (5/11/2022). Simulasi yang digelar untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan warga di pesisir Sumatera Barat terhadap bencana tsunami.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Tim dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) meninjau langsung penerapan 12 indikator siaga bencana tsunami di dua daerah di Kota Padang, Sabtu (10/12/2022). Professional Officer for DRRTIU dan Head Of Indian Ocean Tsunami Information Center (IOTIC) of IOC-UNESCO, Ardito M. Kodijat, mengatakan verifikasi lapangan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kapasitas masyarakat di Kelurahan Purus dan Lolong Belanti dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami.

UNESCO menurut Ardito juga melihat secara langsung penerapan 12 indikator siaga tsunami yang terdapat di lapangan. Di antaranya, memiliki peta rawan bahaya tsunami, memiliki papan informasi publik tentang gempa bumi dan tsunami

Baca Juga

"Serta, memiliki peta evakuasi tsunami, memiliki kegiatan pendidikan dan kesiapsiagaan bencana secara rutin, serta melakukan pelatihan mitigasi tsunami secara rutin," kata Ardito, Ahad (11/12/2022).

Saat ini, kata dia, di dunia hanya ada 50 kelompok Masyarakat Siaga Tsunami, tujuhnya berada di Indonesia. "Semoga Kota Padang dapat menjadi bagian dari kelompok Tsunami Ready Community Internasional," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement