Ahad 01 Nov 2026 18:00 WIB

USBR Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi AI

Perguruan tinggi dituntut menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan industri.

Wisuda ke-26 Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) diikuti 458 mahasiswa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (31/10/2026).
Foto: USBR
Wisuda ke-26 Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) diikuti 458 mahasiswa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (31/10/2026).

 

JAKARTA -- Penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) semakin dibutuhkan lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Perguruan tinggi pun dituntut menyesuaikan metode pembelajaran agar kompetensi lulusan sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Baca Juga

Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Wisuda ke-26 Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) yang diikuti 458 mahasiswa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (31/10/2026). Mengusung tema “USBR Mengabdi”, kegiatan tersebut juga menjadi momentum kampus untuk menegaskan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perkembangan teknologi.

Rektor USBR Iman Sampurna mengatakan, penguasaan teknologi semakin diperlukan agar lulusan perguruan tinggi mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja. Karena itu, institusi pendidikan perlu terus menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.

Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi lulusan.

“Melalui kerja sama dan pemanfaatan teknologi AI, diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi serta kompetensi para lulusan sehingga mampu menjawab tantangan zaman, adaptif, dan memiliki daya saing serta reputasi yang baik di dunia kerja,” kata Iman.

Perspektif mengenai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan juga disampaikan Wakil Presiden dan Direktur Synapse Simon Schmidt. Dalam kesempatan tersebut, Simon memaparkan rencana pengembangan ekosistem pendidikan berbasis AI di Indonesia.

Ia menjelaskan, teknologi Agentic AI dan perangkat pendidikan digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Menurut Simon, teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah substansi kurikulum, melainkan membantu meningkatkan efisiensi penyampaian materi pembelajaran.

Bagi USBR, perkembangan teknologi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Kampus diharapkan mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi.

Melalui wisuda tersebut, USBR berharap dapat berkontribusi melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Berita Lainnya

Rekomendasi