JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) menekankan pentingnya penguasaan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) bagi mahasiswa selama masa kuliah. Langkah ini dinilai krusial untuk membekali generasi muda sebelum terjun menghadapi dinamika di lingkungan kerja profesional.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus memfasilitasi pengembangan kompetensi ini melalui metode pembelajaran berbasis studi kasus, proyek kelompok, hingga kegiatan organisasi. Aktivitas riset dan diskusi interaktif dirancang agar mahasiswa terbiasa mengolah data serta menganalisis situasi secara sistematis.
Marketing Communication UNM Kampus Jatiwaringin, Sofian Wira Hadi, menyampaikan kemampuan analisis dan penyelesaian masalah tidak muncul secara instan, melainkan harus diasah melalui pengalaman nyata di lapangan.
“Mahasiswa perlu terbiasa menghadapi persoalan dan mencari solusi secara sistematis. Proses tersebut akan membantu mereka memahami bahwa sebuah masalah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang sebelum menentukan langkah penyelesaian,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Ahad (25/10/2026).
Ia menambahkan, kegagalan atau kesalahan dalam proses belajar merupakan hal wajar yang justru menjadi bahan evaluasi berharga. Melalui proses uji coba dan identifikasi kendala, mahasiswa terlatih untuk berpikir lebih kritis, terstruktur, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil.
“Pengasahan pola pikir analitis selama perkuliahan diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif dan tangguh di dunia kerja. Kesiapan ini menjadi modal utama bagi para mahasiswa UNM dalam menjawab berbagai tantangan industri digital di masa depan,” ujarnya.




