Sabtu 24 Oct 2026 15:28 WIB

Badr Initiative Libatkan Indonesia Buka Peluang Transfer Teknologi

Barzan Holdings sebagai perwakilan industri pertahanan Qatar terlibat Badr Initiative

Wamenhan RI Marsekal Yusuf Jauhari bersama Menhan Qatar Syekh Saoud bin Abdulrahman di Doha, Rabu (21/10/2026).
Foto: MoD Qatar
Wamenhan RI Marsekal Yusuf Jauhari bersama Menhan Qatar Syekh Saoud bin Abdulrahman di Doha, Rabu (21/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Indonesia bersama Qatar, Turki, dan Pakistan menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Badr Initiative di Doha, Qatar, Rabu (21/10/2026). Barzan Holdings sebagai perwakilan industri pertahanan Qatar, turut menjadi salah satu pihak yang memaparkan kegiatan dalam inisiatif tersebut.

Kesepakatan itu menjadi langkah penguatan kerja sama industri pertahanan multilateral melalui pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta kolaborasi kapabilitas industri keempat negara. Dalam penandatanganan tersebut, Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal Yusuf Jauhari.

Baca Juga

Turut hadir dalam delegasi Indonesia, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Laksda Sri Yanto dan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayjen Bagus Suryadi Tayo. Chairman Republikorp Norman Joesoef, turut hadir sebagai salah satu perwakilan industri pertahanan Indonesia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi