Kamis 01 Oct 2026 07:25 WIB

Gen Z Banyak tak Paham G30 S PKI

Pemahaman tentang G30 S PKI bisa berbeda-beda tergantung keterbacaan.

Rep: noor alfian/ Red: Teguh Firmansyah
Pengunjung berfoto di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/101/204).  Setiap tanggal 1 Oktober yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sejumlah pelajar hingga warga terlihat ramai mengunjungi Monumen Pancasila Sakti untuk mempelajari tentang sejarah.  Monumen Pancasila Sakti merupakan salah satu tempat yang menyajikan beragam diorama dan museum untuk mengenang peristiwa pasca-pemberontakan Gerakan 30 September 1965 atau (G30S/PKI) yang menjadi simbol kesaktian pancasila sebagai ideologi negara yang diperingati setiap 1 Oktober.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung berfoto di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/101/204). Setiap tanggal 1 Oktober yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sejumlah pelajar hingga warga terlihat ramai mengunjungi Monumen Pancasila Sakti untuk mempelajari tentang sejarah. Monumen Pancasila Sakti merupakan salah satu tempat yang menyajikan beragam diorama dan museum untuk mengenang peristiwa pasca-pemberontakan Gerakan 30 September 1965 atau (G30S/PKI) yang menjadi simbol kesaktian pancasila sebagai ideologi negara yang diperingati setiap 1 Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemahaman gen z mengenai peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) masih beragam. Sejumlah gen z berusia di sekitar 20 tahun yang sekaligus mahasiswa UIN Semarang mengaku mengetahui peristiwa tersebut, tetapi tidak semuanya memahami secara mendalam detail sejarahnya.

Hal itu terlihat respon sejumlah mahasiswa UIN Semarang saat membahas pemahaman generasi muda terhadap peristiwa G30S/PKI. Dimana kebetulan juga sedang ada diskusi di kampus tersebut.

Baca Juga

Mahasiswa UIN Semarang, Nabila, mengaku pengetahuannya mengenai G30S/PKI masih terbatas pada gambaran umum peristiwa. Ia mengatakan informasi yang diketahuinya terutama diperoleh dari buku-buku yang dipelajari di sekolah serta film yang ditayangkan setiap 30 September.

"Tau, tapi cuma tau peristiwa G30SPKI yang gak tau yg detail banget," kata Nabila.

Ketika ditanya apakah dirinya termasuk awam mengenai G30S/PKI, Nabila mengakui pengetahuannya masih terbatas.

"Termasuk nya iya masih cukup awam, soal e cuma sekedar tahu dari buku-buku sek diajar e ng sekolah dan film," ujarnya.

Nabila juga mengatakan pemahaman mengenai G30S/PKI dapat berbeda-beda bergantung pada wawasan masing-masing orang.

"Tapi tergantung wawasan masing-masing anak si," katanya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi