Senin 28 Sep 2026 15:00 WIB

Wamendes Dorong CSR Perusahaan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Pembangunan desa perlu kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah.

Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria (tengah)
Foto: Dok Kemendes
Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong perusahaan memperkuat kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bagian dari pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria mengatakan, kontribusi perusahaan terhadap desa perlu diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat Penganugerahan CSR & PDB Award 2026 yang digelar Kemendes PDT bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) di Operational Room Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta, Senin (28/9/2026).

"Kurang lebih ada 61 perusahaan dan 74 program di desa-desa. Kami berharap program ini terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin banyak perusahaan yang memberikan kontribusi berupa CSR untuk pembangunan desa," kata Ariza.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi penting karena sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di wilayah perdesaan. Karena itu, berbagai program pembangunan nasional yang menyasar desa diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat produktivitas dan perekonomian lokal.

Ariza mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki manfaat ganda bagi desa. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program tersebut dinilai dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

"Begitu juga program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah terbentuk lebih dari 80 ribu yang bisa meningkatkan produktivitas, lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.

Dia juga menyebut sejumlah kebijakan pemerintah lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa, seperti pembelian gabah petani dengan harga yang lebih tinggi, penurunan harga pupuk hingga 20 persen, serta Program Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu.

"Semua program-program Bapak Presiden itu menyasar masyarakat desa karena sebagian besar warga Indonesia memang tinggal di desa," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ariza mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan program CSR di desa. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua ISSF Sudarmanto dan jajaran yang telah mengoordinasikan dunia usaha agar kontribusi CSR dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua ISSF Sudarmanto mengatakan CSR & PDB Awards telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima dan konsisten digelar bersama Kemendes PDT.

Menurut Sudarmanto, kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah dalam pembangunan desa sejalan dengan Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

"ISSF terus bersemangat memberikan motivasi kepada perusahaan agar memberikan kontribusi nyata lewat CSR," kata Sudarmanto.

Dia menilai desa memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional karena menjadi salah satu titik terdepan dalam mencerminkan kondisi masyarakat Indonesia.

"Ini bukti nyata bahwa desa merupakan titik terdepan daripada wilayah bangsa kita atau cerminan dari bangsa kita," ujarnya.

Sejumlah pejabat negara turut hadir menyerahkan penghargaan kepada perusahaan penerima CSR & PDB Award 2026. Mereka antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta pejabat perwakilan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Turut mendampingi Wamendes Ariza, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Irjen Mashyudi, Staf Ahli Sugito, serta sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kemendes PDT.

Berita Lainnya

Rekomendasi