Kamis 24 Sep 2026 18:41 WIB

Di Dalam Perut Mesin Perang Amerika

Kisah Jurnalis Republika Sehari di Kapal Induk USS Ronald Reagan

USS Ronald Reagan CVN 76
Foto: airpac.navy.mil
USS Ronald Reagan CVN 76

REPUBLIKA.CO.ID -- "NGUUUUUNGGGGGGG...." Suara berdengung seperti jutaan lebah terbang memenuhi ruang kabin di pantat pesawat C-2A Greyhound. Pesawat baru saja parkir di Naval Air Station North Island San Diego, Kalifornia. Cuaca pagi di pangkalan udara militer itu kelabu. Udara dingin dan berangin. Burung besi berbaling-baling itu bersiap mengangkut kembali logistik dan tentara AS, dan kami.

Satu demi satu penumpang naik. Bau avtur dan bau mesin meruap ke udara kabin seluas setengah lapangan bulu tangkis itu. Cahaya lampu temaram. Saya dan beberapa jurnalis lainnya sibuk mencari tempat duduk. Tidak ada nomor kursi. Kami bebas duduk di mana saja. Beberapa tentara Angkatan Laut (Navy) Amerika Serikat (AS) duduk di belakang kami. 

Saya mengambil kursi di lorong. Di samping saya, wartawan televisi Filipina, Chiara Zambrano. Ia mengencangkan sabuk pengaman di kursi. Sementara saya masih berjibaku mengulur tali sabuk agar lebih panjang. Lalu memasang sabuk itu di dada dan perut. Agak kesulitan. Satu marinir, kru pesawat logistik personil ini, agaknya melihat saya belum siap. Ia menghampiri.

"Are you okay?" katanya, setengah berteriak. Suara mesin masih menderu kencang.

"Ya..ya.." jawab saya, sambil mengacungkan jempol. Ia pun mengangguk lalu kembali ke tempat duduknya di depan. Sejurus kemudian, barulah saya bisa duduk dengan baik. Lima menit sesudahnya, pintu di pantat pesawat tertutup. Kami semua duduk menghadap ke belakang, bukan ke depan. Ini membuat ketika pesawat lepas landas, kami terdorong kencang ke depan dan terempas keras ke belakang.

Sebanyak sembilan jurnalis ASEAN, termasuk saya, mendapat kesempatan langka mengunjungi kapal induk AS, USS Ronald Reagan CVN 76, medio 2015. Mesin perang yang mengangkut puluhan pesawat tempur dan helikopter itu akan diterjunkan ke perairan Laut Cina Selatan untuk 'berpatroli'. Tentu saja ini 'patroli' sepihak, karena toh tidak ada yang meminta AS untuk mondar-mandir di situ. Militer AS merasa mereka perlu bersiaga menyusul ketegangan di perairan Laut Cina Selatan akibat klaim Cina dan makin maraknya patroli Cina di perbatasan negara ASEAN dengan Laut Cina Selatan. Pangkalan kapal ini ada di Jepang dan Filipina. Saat kami kunjungi, USS Ronald Reagan sedang istirahat buang jangkar di perairan timur laut Meksiko.

Tak banyak yang bisa dilihat dari dalam kabin pesawat yang dijuluki COD (carrier on board delivery) ini. Seluruh dindingnya dipenuhi panel bertombol. Ada beberapa jendela kecil yang menampilkan pemandangan kelabu awan. Pesawat terbang dengan stabil. Saya menengok ke kanan dan ke kiri. Beberapa tentara tampak tertidur. Ada yang bengong menatap dinding. 

Sekitar 40 menit terbang, pesawat bermanuver ke kanan lalu perlahan-lahan turun. Saya melihat permukaan laut dari sudut jendela. Kemudian sebuah bagian kapal besar berwarna abu-abu. Aba-aba pilot terdengar, "Pesawat siap mendarat!". 

Pendaratannya terasa sama dengan lepas landas. Kami terdorong ke depan, lalu dibanting ke belakang. Kemudian, pintu pantat pesawat terbuka, beberapa tentara Navy AS muncul memerintahkan kami berbaris keluar pesawat.

Landasan kapal induk begitu luas dan kosong. Hanya ada beberapa helikopter yang parkir.  Langit perairan Meksiko berawan tebal. Angin dingin berdesir di landasan pesawat. "Di mana pesawat tempurnya?" pikir saya. Kapal terasa bergoyang pelan ke kanan dan ke kiri. Kami diarahkan berjalan ke arah menara utama. Sebuah pintu terbuka. 

"Selamat datang di USS Ronald Reagan," kata Lara Bollinger, petugas humas USS Ronald Reagan, sambil tersenyum. Perempuan dengan rambut pirang dan mata kelabu, berperawakan mungil, Lara adalah seorang tentara berpangkat letnan. Ia membawa ransel berisi kantong air minum di punggungnya. Ia menyalami kami satu demi satu.

photo
Rombongan jurnalis Asia Tenggara baru saja tiba di kapal induk USS Ronald Reagan CVN 76. - (Republika / Stevy M)

Berita Lainnya

Rekomendasi