Kamis 03 Sep 2026 22:40 WIB

Pascakebakaran, STM Dukung Rekonstruksi Dusun Adat Sade

STM berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pemulihan Dusun Adat Sade.

PT Sumbawa Timur Mining (STM) turut mendukung pemulihan Dusun Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut.
Foto: dok STM
PT Sumbawa Timur Mining (STM) turut mendukung pemulihan Dusun Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Sumbawa Timur Mining (STM) turut mendukung pemulihan Dusun Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut. Perusahaan eksplorasi tembaga yang beroperasi di Kabupaten Dompu itu menyalurkan berbagai peralatan untuk proses rekonstruksi dusun adat dengan nilai bantuan lebih dari Rp 123 juta.

Dusun Adat Sade mengalami kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kobaran api mengakibatkan hampir seluruh area permukiman dan harta benda milik warga setempat ludes terbakar. Menurut Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, terdapat 75 rumah dan 69 toko seni yang hangus akibat musibah tersebut. Selain itu, terdapat masjid, lumbung alang-alang, berugak, serta beberapa fasilitas umum lainnya yang rusak berat.

Baca Juga

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal memimpin langsung peletakan batu pertama rekonstruksi Dusun Adat Sade. Acara penanda pembangunan tersebut, atau disebut nyemulak oleh masyarakat suku Sasak, disertai aksi bersih-bersih dan peduli dusun yang melibatkan pihak pemerintah dan masyarakat umum. STM turut serta dalam aksi kolektif ini dengan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak.

Kepala DLHK NTB H. Didik Mahmud Gunawan Hadi mengapresiasi STM atas kepedulian dan dukungannya dalam proses pemulihan Dusun Adat Sade.

“Kehadiran STM menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dengan pemerintah dan masyarakat adat. Dukungan ini sangat berarti, tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang terdampak, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan identitas Sade sebagai salah satu desa adat prioritas di NTB,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, dalam pemulihan pascakebakaran Desa Adat Sade, pemerintah membutuhkan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi