Ahad 27 Sep 2026 13:48 WIB

Dari Rak Berantakan ke Ruang Baca: Siswa dan Guru di Bomberay Tata Ulang Perpustakaan Sekolah

PLBN perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

Revitalisasi perpustakaan di Distrik Bomberay, Papua.
Foto: Ist
Revitalisasi perpustakaan di Distrik Bomberay, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, FAKFAK– Skor literasi membaca Indonesia dalam asesmen Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2022 turun 12 poin dibanding 2018, skor terendah sejak Indonesia pertama kali ikut PISA. Di lapangan, potretnya terlihat nyata dari enam sekolah negeri di Distrik Bomberay, hampir semua perpustakaannya bermasalah, seperti bangunan nyaris rubuh, koleksi buku lawas, serta buku pelajaran, bacaan, dan buku umum yang masih bercampur dalam dua rak.

Melihat kondisi ini, Tim 17 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) merevitalisasi perpustakaan di enam sekolah di Distrik Bomberay. Tiga di antaranya yaitu SD Inpres 4, SD Inpres 5, dan SD Inpres 6 Bomberay sudah rampung digarap, dengan melibatkan langsung siswa kelas 5 dan 6 untuk menata ulang koleksi buku mereka sendiri.

Baca Juga

Ketua Tim 17 Ekspedisi Patriot Unpad, Dr. Drs. Yudi Permadi, M.Pd. mengatakan penataan ini berangkat dari temuan saat observasi. "Kondisi perpustakaannya masih belum sesuai dengan peruntukannya. Buku-bukunya belum tertata rapi, dicampuradukkan dalam dua rak saja," ujarnya lewat keterangan tertulis, Sabtu(26/9/2026).

Ia menegaskan proses ini sengaja dirancang untuk tidak sekadar menata rak."Kami hadir bukan sekadar menata tetapi juga melibatkan siswa dalam prosesnya," ujarnya, seraya menyebut keterlibatan langsung anak-anak diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap perpustakaan sekolah mereka sendiri.

Guru Kelas SD Inpres 4 Bomberay, Edy Witoko berharap ekosistem membaca yang mulai terbangun di sekolahnya bisa terus dipertahankan, dikembangkan, dan diinovasikan ke depannya agar benar-benar bermanfaat bagi anak-anak.

Langkah Tim 17 ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan keseriusan pemerintah dalam membenahi seluruh fasilitas sekolah hingga ke pelosok daerah. 

"Masalah pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Tak boleh ada bagian dari Indonesia yang tertinggal kualitas pendidikannya. Kualitas pendidikan kita harus kita perbaiki," ucap Presiden Prabowo Subianto pada (7/11) lalu.

photo
Sejumlah pelajar berorasi dalam aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kawasan Waena Kota Jayapura, Papua, Senin (17/2/2025). Pengunjuk rasa dari Solidaritas Pelajar SMA menggelar aksi menolak MBG di beberapa kota di Papua. - (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi