Selasa 13 Sep 2022 18:36 WIB

Massa Pelajar STM Bergabung dengan Aksi Buruh dan Mahasiswa di Kawasan Patung Kuda

Massa pelajar STM tiba sekitar pukul 16.30 ikut dalam aksi tolak kenaikan harga BBM.

Personel Kepolisian berjaga saat aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (5/8/2022). Demo menolak kenaikan harga BBM berlanjut hari ini dan dilaporkan ikut bergabung massa pelajar STM. (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Personel Kepolisian berjaga saat aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (5/8/2022). Demo menolak kenaikan harga BBM berlanjut hari ini dan dilaporkan ikut bergabung massa pelajar STM. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pelajar STM menyesaki kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Selasa (13/9/2022) sore, untuk turut berunjuk rasa menyusul elemen buruh dan mahasiswa menyuarakan aspirasi terkait penyesuaian harga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Dari pengamatan, pelajar STM atau yang setingkat sekolah menengah atas (SMA) tersebut datang sekitar pukul 16.30 WIB dan bergabung dengan buruh dan mahasiswa yang tengah berunjuk rasa.

Sambil berjalan, mereka menyanyikan yel-yel yang nadanya meminta izin kepada aliansi buruh dan mahasiswa tersebut.

Baca Juga

"Assalammu'alaikum, waalaikummusalam. Assalammu'alaikum, waalaikummusalam, STM datang, bawa pasukan," ucap mereka.

Massa dari kalangan buruh dan mahasiswa memadati Patung Kuda, sisi barat Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, Selasa sore, untuk berunjuk rasa terkait harga BBM. Massa pertama yang hadir di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB adalah Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang terdiri atas Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) serta berbagai kelompok mahasiswa.

 

Tak berselang lama, hadir massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang disusul massa Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP). Sekitar pukul 15.00 WIB hadir ribuan mahasiswa dari berbagai universitas. Mereka datang bergelombang memenuhi dua jalur Jalan Medan Merdeka Barat di kawasan Patung Kuda.

Sedikitnya ada enam mobil komando berada di depan barisan massa. Suara satu orator dari tiap sisi jalur pun bersahutan menyatakan sikapnya atas penetapan harga BBM.

Aksi ini juga diwarnai pembakaran ban di sela penyampaian aspirasi tersebut. Bahkan ada juga aksi teatrikal yang dilakukan oleh barisan massa mahasiswa.

Massa tertahan di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata karena Jalan Medan Merdeka Barat yang merupakan akses menuju ke Istana Kepresidenan telah ditutup oleh kepolisian sejak pukul 11.00 WIB. Jalan Medan Merdeka Barat ditutup menggunakan kawat berduri berlapis dua yang ditumpu pagar beton, kemudian terdapat pagar barikade yang juga menutupi jalan tersebut setinggi dua meter di belakangnya.

Sejumlah petugas gabungan Polri TNI, dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) juga tampak bersiaga di kawasan Patung Kuda. Dengan makin padatnya kawasan Patung Kuda oleh lautan massa aksi, nampak sejumlah ruas Jalan di sekitar area tersebut juga telah dilakukan penutupan oleh pihak kepolisian.

Misalnya, Jalan Budi Kemuliaan yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup dan dialihkan ke Jalan Abdul Muis hingga ke Jalan Kebon Sirih. Sementara untuk ruas jalan sebaliknya, atau dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan menuju ke arah Jalan Budi Kemuliaan, lalu lintas masih dibuka dengan intensitas kendaraan yang kecil.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah surat pemberitahuan akan adanya aksi demonstrasi yang akan digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

"Kami telah siapkan kekuatan personel untuk lakukan pam (pengamanan) demonstrasi hari ini, dengan kekuatan sebanyak 6.142 orang personel," kata Zulpan saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2022).

 

photo
Harga bbm resmi naik - (Tim infografis Republika)

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement