Selasa 13 Sep 2022 17:45 WIB

Harga BBM Naik, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Gunakan Kendaraan Listrik

Saatnya semua pihak menyikapi kenaikan BBM dengan mengganti gaya hidup berkendara

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Di Jabar, berbagai program yang mengarah pada green energy terus digenjot. Salah satunya, mewajibkan kendaraan dinas menggunakan mobil dan motor listrik.
Foto: Arie Lukihardianti/Republika
Di Jabar, berbagai program yang mengarah pada green energy terus digenjot. Salah satunya, mewajibkan kendaraan dinas menggunakan mobil dan motor listrik.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kenaikan harga BBM bisa jadi momentum bagi warga beralih ke kendaraan listrik.

Menurut Ridwan Kamil, semua pihak sudah saatnya menyesuaikan diri menyikapi kenaikan harga BBM bersubsidi dengan mengganti gaya hidup berkendara.

Baca Juga

"Saran saya kita harus menyesuaikan diri kecil-kecil karena krisis energi ini umurnya akan panjang. Makanya saran saya seperi saya kesini pake kendaraan listrik sudah mulai dari sekarang," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Selasa (13/9/2022).

Emil mengatakan, saat ini mulai hadir  pilihan selain mencicil motor konvension yakni motor listrik, maka pihaknya menyarankan pilih motor listrik." Gak pake bensin gak ada pengaruh harga listrik kalau di colok juga cuma 1/5 dari harga BBM yang saat ini," katanya.

Pemprov Jabar juga, kata dia, secara bertahap tengah mensosialisasikan kendaraan listrik agar menjadi contoh pejabat publik yang sadar krisis energi. Emil berharap kebijakannya memakai mobil listrik sebagai kendaraan dinas juga diikuti kepala daerah lain. " Pak Gub memberi contoh nah mudah-mudahan daerah lain juga mengikuti kalau orang cerdas pasti milih yang gak banyak dinamika," katanya. 

Sebagai ketua umum APDMET, Ridwan Kamil dua tahun terakhir getol mengkampanyekan soal penggunaan energi baru terbarukan. Emil pun menyerukan agar kepala daerah di Jawa Barat mulai beralih ke mobil listrik sebagai mobil dinas. Menurutnya pengadaan mobil listrik jika anggaran memungkinkan bisa memberikan efisiensi pada belanja bahan bakar pemerintah daerah. 

“Kalau bupati beli mobil listrik itu menghemat miliaran rupiah dibanding dengan beli bensin. Jika semua Pemda ganti mobil bensin ke mobil listrik ini juga sebagai simbol keteladanan kepemimpinan,” katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement