Rabu 19 Aug 2026 18:00 WIB

Esa Unggul Kenalkan Digitalisasi Data Vaksin

Digitalisasi membantu bidan mengelola data vaksin lebih efisien.

Tim PKM Universitas Esa Unggul menggelar pelatihan digitalisasi data vaksin berbasis Extended e-iANC di Jakarta Barat.
Foto: Esa Unggul
Tim PKM Universitas Esa Unggul menggelar pelatihan digitalisasi data vaksin berbasis Extended e-iANC di Jakarta Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengelolaan data vaksin di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Jakarta Barat mulai didorong ke sistem digital melalui penerapan Extended e-iANC. Sistem tersebut membantu bidan mencatat suhu penyimpanan vaksin, memantau stok, hingga mengelola data vaksin secara lebih terstruktur.

Program tersebut dijalankan Universitas Esa Unggul melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “PKM Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Praktik Mandiri Bidan dengan Extended e-iANC di Wilayah Kerja Jakarta Barat”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jakarta Barat dan didukung Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga

Ketua Tim PKM Dr. Hosizah menjelaskan, Extended e-iANC merupakan pengembangan sistem e-iANC untuk mendukung pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), termasuk pencatatan data vaksin.

“Dengan sistem ini, bidan dapat mencatat suhu kulkas penyimpan vaksin secara elektronik, memantau penggunaan dan stok vaksin secara real-time, serta menghasilkan grafik suhu secara otomatis,” ujar Hosizah dalam siaran pers, Rabu (19/8/2026).

Melalui program tersebut, para bidan mendapatkan pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan penggunaan Extended e-iANC. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang selama ini masih menggunakan formulir berbasis kertas.

Pencatatan manual membuat bidan membutuhkan waktu lebih lama untuk memantau stok, membuat grafik suhu kulkas, serta mencari kembali data yang telah diarsipkan.

Salah seorang bidan peserta mengatakan, penerapan sistem digital membuat pengelolaan data vaksin lebih praktis.

“Dengan adanya Extended e-iANC, pencatatan menjadi lebih praktis dan rapi. Kami juga lebih mudah memantau penggunaan serta stok vaksin sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih efektif,” ujarnya.

Selain mempercepat pencatatan, penerapan Extended e-iANC diharapkan membantu meningkatkan kompetensi bidan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan data vaksin yang lebih terdokumentasi dalam pelayanan imunisasi di TPMB Jakarta Barat.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi