Ahad 09 Aug 2026 08:09 WIB

JPO Love Hate Relationship di Rasuna Said Dibongkar

JPO ini viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" dengan jembatan Transum

Warga berjalan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jakarta, Kamis (16/12).
Foto: Prayogi/Republika.
Warga berjalan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jakarta, Kamis (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk membongkar salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama yang viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Setelah saya berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga dengan Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan juga dengan Dinas Kominfotik, saya sudah memutuskan bahwa JPO yang satu akan kita bongkar," kata Pramono usai mengunjungi JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (9/8/2026).

Baca Juga

Keputusan tersebut diambil setelah Pramono bersama jajaran mengecek langsung kondisi kedua JPO yang sebelumnya menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena disebut memiliki konsep "Love and Hate".

Menurut Pramono, hasil pengecekan menunjukkan kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat, sekaligus mendukung akses terhadap fasilitas transportasi, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).

Namun terdapat perbedaan mendasar pada usia dan desain kedua JPO. Salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak lama, sedangkan JPO lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru yang berkaitan dengan LRT dan KAI.

"Yang satu yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal. Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," jelas Pramono.

Selain itu Pramono menilai keberadaan dua JPO dengan fungsi yang sama itu menunjukkan adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik pada masa lalu.

"Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," ucap Pramono.

Oleh karena itu Pramono menekankan JPO lama milik Pemprov DKI Jakarta akan dibongkar, sementara JPO yang lebih baru akan dipertahankan dan diperbaiki fasilitasnya.

 

photo
Pekerja menyelesaikan pembangunan JPO Stasiun LRT Rasuna Said di Jakarta, Jumat (8/7/2022). Jadwal uji coba LRT Jabodebek batal dilakukan pada 17 Agustus 2022 dan direncakanan digelar pada Desember 2022 karena adanya kendala dalam skema pembiayaan pembangunan LRT Jabodebek. - (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi