Kamis 16 Jul 2026 12:03 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Ditutup Hingga AS Terima Syarat-Syarat Teheran

Serangan militer AS tak akan bisa memaksa Iran membuka Selat Hormuz.

Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz dari kawasan Bandar Abbas, di selatan Iran pada 1 Juni 2026.
Foto: EPA/Amirhossein Khorgooei
Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz dari kawasan Bandar Abbas, di selatan Iran pada 1 Juni 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengatakan pada Kamis (16/7/2026) bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat (AS) menerima syarat-syarat Teheran untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut. Menurut kantor berita semi-resmi Mehr News, Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia mengatakan bahwa kendali atas selat itu harus berada di bawah otoritas Iran sebelum dapat dibuka kembali.

Akrami-Nia mengatakan, Washington harus mematuhi ketentuan dalam kesepakatan kerangka perdamaian bulan lalu, menghentikan apa yang disebutnya sebagai tindakan bermusuhan, dan menerima aturan Iran yang mengatur Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa aksi militer AS yang terus berlanjut tidak akan memaksa Iran untuk membuka kembali jalur perairan tersebut.

Baca Juga

Pernyataan tersebut muncul setelah gelombang baru ledakan dilaporkan terjadi di beberapa kota di Iran, seiring Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan terhadap negara itu.

CENTCOM mengatakan serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang terkait dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi perdagangan global.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, dengan pasukan Amerika menyerang Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai wilayah meskipun terdapat kesepakatan kerangka yang dimediasi Pakistan untuk mencapai penyelesaian yang berkelanjutan.

 

sumber : Antara, Anadolu
Berita Lainnya

Rekomendasi