Kamis 16 Jul 2026 05:31 WIB

AS Serang Area Rumah Sakit Kanker di Iran

Serangan AS kembali menjadi-jadi pada Rabu malam waktu setempat.

Warga berjalan di dekat mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 9 Juli 2026. AS kembali menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga berjalan di dekat mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 9 Juli 2026. AS kembali menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan gelombang kedua serangan ke sejumlah wilayah Iran pada Rabu (15/7) malam waktu setempat atau Kamis (16/7) dini hari WIB. Salah satu serangan menyasar area di sekitar rumah sakit perawatan pasoen kanker di Ahvaz.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar kemampuan militer Iran yang disebut mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Baca Juga

Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan serangan ditujukan terhadap fasilitas militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan global.

Media Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah kota di pesisir selatan negara itu. Kantor berita Mehr menyebut suara ledakan terdengar di Kota Ahvaz, dekat perbatasan Iran-Irak. Ahvaz menjadi salah satu wilayah yang berulang kali menjadi sasaran serangan AS sejak eskalasi konflik kembali meningkat bulan ini.

Selain Ahvaz, ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, pelabuhan terbesar dan terpenting Iran. Di Provinsi Sistan dan Baluchestan, serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah kota, termasuk Chabahar, Konarak, dan Rasak.

Di Chabahar, sedikitnya tiga ledakan terdengar. Media Iran sebelumnya melaporkan rudal AS menghantam sebuah menara pengawas maritim di kota tersebut. Fasilitas sipil itu digunakan untuk pengamanan pelayaran serta operasi pencarian dan penyelamatan nelayan.

photo
Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). - (EPA)

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm. Kantor berita resmi IRNA menyebut seorang reporternya mendengar suara ledakan di pulau yang berada di mulut Selat Hormuz tersebut.

Di Ahvaz, kawasan sekitar Rumah Sakit Baqaei turut terdampak serangan rudal. Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengatakan guncangan akibat ledakan memicu kepanikan di rumah sakit.

Menurut dia, sejumlah pasien kanker, termasuk anak-anak, beserta keluarga mereka meninggalkan rumah sakit setelah mendengar ledakan keras dan merasakan getaran kuat. Otoritas kesehatan Iran kemudian mulai mengevakuasi rumah sakit tersebut.

Sementara itu, CENTCOM juga mengklaim berhasil melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Menurut militer AS, kapal berbendera Curacao bernama **M/T Belma** berupaya berlayar menuju Pulau Kharg, salah satu terminal ekspor minyak utama Iran, meski telah diperingatkan berulang kali.

CENTCOM menyatakan sebuah pesawat tempur AS menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal sehingga kapal tersebut tidak lagi dapat melanjutkan pelayaran menuju Iran. Militer AS menyebut tindakan itu sebagai bagian dari penegakan blokade laut terhadap Iran.

Di tengah meningkatnya serangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan mempertahankan setiap jengkal wilayahnya. Ia mengatakan berbagai upaya untuk memecah belah Iran tidak akan berhasil.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat menghadiri upacara penghormatan bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dihadiri para pejabat tinggi Iran serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Berita Lainnya

Rekomendasi