Senin 13 Jul 2026 06:11 WIB

Ingatkan Para Koruptor Sadar Diri, Presiden: Rakyat tidak Bodoh

Hei para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau, hentikan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Erik Purnama Putra
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (12/7/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (12/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI kembali mengingatkan para koruptor untuk sadar diri. Menurut dia, rakyat hari ini, tidak lagi mudah dibodohi oleh para koruptor yang mencuri uang negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (12/7/2026). RI 1 menegaskan, para koruptor harus segera menghentikan aksi korupsi yang dilakukan. 

Baca Juga

"Saya memperingatkan lagi, sekali lagi, untuk sekian kali lagi saya bicara dari dulu. Hei para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau, hentikan. Rakyat tidak bodoh, hentikan," kata Prabowo di hadapan ribuan manajer Koperasi Desa Merah Putih.

Dia menilai, para koruptor harus segera mengembalikan uang hasil korupsi kepada rakyat. Pasalnya, rakyat tidak bisa sejahtera karena aksi para koruptor. "Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita bangsa pemaaf, tapi rakyat butuh keadilan, rakyat butuh kesejahteraan," ujar Prabowo. 

Menurut dia, uang hasil korupsi para koruptor itu bisa digunakan untuk membangun sekolah hingga menggaji guru dengan layak. Bukan hanya itu, uang itu juga bisa memberikan kesejahteraan bagi para tenaga medis.

"Tentara dan polisi butuh gaji yang baik, supaya mereka tidak meres dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji yang baik, supaya mereka tidak korupsi," kata Prabowo.

Dia mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah korupsi adalah dengan menertibkan tata kelola BUMN. Hal itu lantaran BUMN juga menjadi salah satu sumber korupsi di Indonesia. "BUMN akan kita tertibkan," katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi